Ngapungkeun Balon Jadi Andalan Tarik Wisata ke Garut
Minggu, 22 Mar 2026, 08:53 WIBGARUT â Tradisi menaikkan balon (ngapungkeun balon) menjadi andalan Garut untuk menarik wisatawan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan tradisi Ngapungkeun Balon atau menerbangkan balon berukuran raksasa yang setiap Lebaran digelar masyarakat Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul itu memiliki daya tarik wisata sebagai atraksi wisata kearifan lokal.
"Kami memandang kegiatan ini sebagai potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang sangat menarik dan memiliki daya tarik kuat," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika melalui telepon seluler di Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, masyarakat Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, setiap tahunnya saat momentum Hari Raya Lebaran selalu menggelar tradisi menerbangkan balon berukuran raksasa di lapangan terbuka kampung itu.
Agenda rutin tahunan masyarakat itu, kata dia, sebagai wujud kegembiraan dan kebersamaan masyarakat dalam momentum Hari Raya Idul Fitri yang selama bertahun-tahun selalu disambut antusias warga di kampung itu maupun yang datang dari luar kampung.
"Ini merupakan wujud nyata kegembiraan dan kebersamaan warga pasca Idul Fitri. Kita melihat antusiasme yang luar biasa, ini adalah ekspresi budaya dan tradisi yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan, Pemkab Garut melalui Disparbud Garut menilai kegiatan tersebut merupakan potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang menarik dan memiliki daya tarik kuat.
Selama pelaksanaan tahunan itu, kata dia, selalu berjalan tertib, aman, dan tidak membahayakan, sehingga menjadi agenda rutin tahunan yang dapat menarik orang saat datang atau mudik ke Garut bisa menyaksikan tradisi tersebut.
"Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan agar kegiatan seperti ini bisa dikemas lebih baik, lebih aman, dan menjadi agenda wisata yang membanggakan Kabupaten Garut," katanya.
Tradisi menerbangkan balon berukuran besar itu terbuat dari bahan kertas yang disusun menjadi balon dengan diameter dan panjang atau tinggi yang berbeda-beda ada yang diameter 20 meter dan panjang 10 meter atau banyak juga di bawah ukuran itu.
Tradisi menerbangkan balon tersebut sudah turun temurun sejak tahun 1960-an dan sampai sekarang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Panawuan pada momentum Lebaran.
Kegiatan menerbangkan balon tidak hanya di satu titik, tapi terdapat beberapa lokasi yang diselenggarakan di kampung tersebut dengan jumlah balon yang diterbangkan dalam satu lokasi bisa lebih dari satu balon.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Menjaga Alam dengan Nilai Kebudayaan untuk Keberlangsungan Hidup Alam semesta
-
Penerbangan balon tradisional Wonosobo
-
Pemkab Sigi Segera Tuntaskan Verifikasi Penerima Bantuan Rumah
-
Strategi Lawan Kekeringan! Aceh Besar Andalkan Padi Gogo
-
Cuaca Tak Bersahabat, Wisata Pariaman Mendadak Sepi
-
Anda Hendak Wisata Mendaki Gunung? Catat Hal-hal Ini yang Mesti Diperhatikan!
-
Tiongkok Buru Tikus yang Curi Dana Militer
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.