Cuaca Tak Bersahabat, Wisata Pariaman Mendadak Sepi

Jumat, 26 Des 2025, 08:01 WIB

KOTA PARIAMAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, mengungkapkan suasana di sejumlah objek wisata setempat kini jauh lebih lengang dari biasanya.

Jika pada hari Minggu sebelumnya kawasan wisata ramai dikunjungi ribuan wisatawan, belakangan jumlah pengunjung merosot drastis hingga tinggal puluhan orang saja.

Ket. Foto: Arsip - Sejumlah wisatawan sedang bermain di anjungan Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Sumbar. — Sumber: ANTARA/ Aadiaat M S

Penurunan ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda Pariaman dan wilayah sekitarnya, sehingga banyak wisatawan memilih menunda perjalanan demi alasan keselamatan dan kenyamanan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pelaku usaha wisata lokal, sekaligus menjadi pengingat bahwa faktor cuaca memiliki peran besar dalam menentukan geliat pariwisata daerah.

"Dalam dua pekan terakhir ini kami kembali menerapkan pemungutan retribusi masuk ke objek wisata, namun jumlah kunjungan merosot dibanding sebelum terjadi cuaca ekstrem," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Kamis (25/12).

Ia mengatakan biasanya kunjungan wisatawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri ke sejumlah objek wisata di daerah itu pada setiap akhir pekan. Bahkan jumlah kunjungan tersebut, kata dia, bisa mencapai ribuan orang.

Cuaca ekstrem pada akhir November 2025 menyebabkan terjadi bencana di sejumlah daerah bahkan akses jalan di berbagai titik di Sumbar terputus.

Menurut dia, hal tersebut berdampak besar terhadap pariwisata di Pariaman yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian daerah yang berjuluk Kota Tabuik itu.

Ia menyebutkan setiap Sabtu, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Pariaman tercatat berkisar 800 orang sampai 1.000 orang dengan pendapatan daerah dari retribusi berkisar Rp4 juta sampai Rp5 juta.

Sedangkan setiap Minggu kunjungan wisatawan bisa 1.400 orang sampai 2.000 orang dengan pendapatan daerah dari retribusi Rp7 juta sampai Rp10 juta.

Namun, lanjutnya akibat cuaca ekstrem retribusi dari sektor pariwisata pada Sabtu dan Minggu hanya kisaran Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

"Minggu lalu wisatawan yang berkunjung (tercatat) hanya 53 orang, itu pun datang ke Pariaman dengan kereta api," katanya.

Ia mengatakan Pemkot Pariaman pada masa tanggap darurat bencana tidak menarik retribusi masuk ke objek wisata karena kunjungan wisatawan apalagi di sejumlah titik di daerah itu mengalami banjir.

Karena melihat cuaca sudah mulai membaik maka semenjak dua pekan lalu Pemkot Pariaman kembali menerapkan retribusi masuk ke sejumlah objek wisata di daerah itu. Meskipun kondisi cuaca membaik dari akhir November lalu namun sesekali daerah itu dan sekitarnya masih diguyur hujan.

Pihaknya berharap cuaca segera kembali membaik dan akses jalan berfungsi seperti sebelumnya karena penurunan kunjungan wisatawan tidak saja berdampak pada pendapatan daerah namun juga perekonomian warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.

  • wisata pariaman

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.