Kedaulatan Digital: Kunci Utama Akselerasi Ekonomi dan Keamanan AI di Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026, 15:08 WIBJAKARTA â Di tengah transformasi teknologi yang pesat, kedaulatan digital muncul sebagai pilar strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia. Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang menyumbang 40% dari total nilai pasar kawasan, Indonesia kini fokus memperkuat kendali atas aset digital guna menghadapi tantangan keamanan siber dan otonomi teknologi.
Dengan populasi pengguna internet mencapai 220 juta orang, Indonesia memproduksi data dalam jumlah masif. Namun, besarnya potensi ini diikuti oleh risiko tinggi; wilayah Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan dengan jumlah serangan siber terbanyak kedua di dunia. Hal ini memicu urgensi bagi organisasi di Indonesia untuk beralih dari sekadar penyimpanan data menuju kedaulatan digital yang dapat diverifikasi.
Definisi Baru Kedaulatan Digital Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, menegaskan bahwa kedaulatan digital kini bukan lagi sekadar soal di mana data disimpan secara fisik.
"Kedaulatan digital mencakup kemampuan untuk membuktikan siapa yang memiliki akses, di mana sistem dijalankan, dan apakah aturan dipatuhi secara real-time. Ini adalah standar baru yang perlu dipimpin oleh Indonesia," ujar Catherine dalam keterangan resminya.
Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2030, lebih dari 75% perusahaan global akan memiliki strategi kedaulatan digital. Di Indonesia, visi ini sejalan dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) dan peta jalan Indonesia Emas 2045, di mana AI ditempatkan sebagai teknologi strategis untuk daya saing bangsa.
Manfaat Strategis bagi Perusahaan Implementasi kedaulatan digital menawarkan berbagai keuntungan kompetitif bagi sektor swasta maupun publik di tanah air, antara lain:
- Kendali Strategis: Kepemilikan penuh atas infrastruktur dan data di dalam wilayah yurisdiksi Indonesia.
- Kepercayaan Regulasi: Penyelarasan otomatis dengan hukum data nasional yang terus berkembang.
- Ketahanan Risiko: Mitigasi gangguan akibat ketegangan geopolitik lintas batas dan rantai pasok global.
Sinergi Teknologi dan Kemitraan Strategis Guna mewujudkan ekosistem digital yang berdaulat, IBM menjalin kolaborasi strategis dengan pemain kunci di Indonesia. Bersama Telkom Indonesia, IBM menghadirkan platform berbasis AI melalui IBM watsonx untuk mendukung dunia usaha menciptakan layanan bernilai tambah secara bertanggung jawab. Selain itu, IBM juga bermitra dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat pertahanan siber nasional.
Sebagai solusi konkret, IBM baru-baru ini memperkenalkan IBM Sovereign Core. Ini merupakan perangkat lunak pertama di industri yang siap mendukung AI dengan kedaulatan bawaan. Platform ini memungkinkan organisasi mengelola lingkungan AI mereka sendiriâbaik di pusat data on-premise maupun cloud lokal tanpa ketergantungan pada vendor di luar yurisdiksinya.
"Indonesia berada pada momen penting. Dengan memimpin dalam kedaulatan digital dan memperkuat kemitraan, kita dapat membangun fondasi tepercaya untuk mendorong inovasi dan membuka peluang baru bagi ekonomi masa depan," terang Catherine Lian.
- IBM Sovereign Core
- Kedaulatan Digital Indonesia
- Ekonomi Digital Asia Tenggara
- IBM ASEAN
- Catherine Lian
- Sovereign Core
- AI Terpercaya
- Strategi Nasional AI
- Keamanan Siber BSSN
- Telkom Indonesia
- Transformasi Digital 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Stok Hewan Kurban di Gunungkidul Melimpah, Siap Suplai Daerah Lain
-
Uzbekistan Bidik Buka Rute Penerbangan Langsung ke Indonesia
-
Klok: Hanya Butuh Satu Poin Segel Gelar Juara, Peluang Persib Ada di Tangan Sendiri
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
-
Festival Permainan Rakyat Kalbar: Merajut Keberagaman dan Perkuat Budaya dengan Tradisi Nusantara
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
-
BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Indonesia Hujan Lebat hingga Sangat Lebat pada Selasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.