• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Strategi Agar Lancar, Nyam...

Strategi Agar Lancar, Nyaman, dan Mulus Mudik Naik Motor Listrik

Rabu, 18 Mar 2026, 20:23 WIB

JAKARTA – Beruntung warga yang mudik naik motor listrik karena BBM makin mahal. Lalu bagaimana langkah-langkah agar mudik aman dan nyaman naik motor listrik?

Masyarakat yang hendak menjajal sepeda motor listrik untuk mudik disarankan melakukan persiapan lebih matang, sebagaimana diingatkan oleh Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu. Menurutnya, perencanaan rute, manajemen daya baterai, hingga kondisi fisik pengendara menjadi kunci yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Ket. Foto: motor listrik — Sumber: ist

"Jika kita ingin mencoba mengendarai sepeda motor listrik untuk mudik, ini jelas bakal menghadirkan tantangan tersendiri, persiapan yang matang sebelum berangkat tentu menjadi kunci untuk perjalanan yang nyaman minim kendala," kata dia ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu. Menurutnya, hal paling penting saat hendak mudik dengan motor listrik adalah memahami jenis sistem baterai yang digunakan.

Untuk motor listrik dengan sistem tukar baterai atau battery swap, pemudik wajib mengetahui lokasi stasiun penukaran baterai di sepanjang rute. Jika titik penukaran tidak jelas dari titik awal hingga tujuan, penggunaan motor jenis ini sebaiknya dihindari karena berpotensi menyulitkan di perjalanan.

Sementara itu, untuk motor listrik dengan sistem pengisian daya, perencanaan waktu charging menjadi hal krusial. Pengendara juga perlu menghitung jarak tempuh riil, yang umumnya menurut Yannes, 20–30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan. Demi keamanan, disarankan membawa charger portable serta adaptor yang sesuai.

Selain itu, gaya berkendara turut memengaruhi efisiensi baterai.

"Demi efisiensi baterai, hindari berkendara dengan throttle penuh terus-menerus, karena dapat memicu limp mode akibat overheat," jelas Yannes. Penggunaan throttle secara penuh terus-menerus dapat memicu overheat atau panas yang berlebih hingga menyebabkan motor masuk ke mode perlindungan (limp mode). Kondisi ini bertujuan melindungi komponen penting seperti baterai dan controller dari kerusakan.

Ketika mode ini aktif, tenaga dan kecepatan motor akan dibatasi, respons throttle melambat, sehingga motor terasa lebih lemah. Jika terjadi, pengendara sebaiknya menepi dan membiarkan motor mendingin sebelum melanjutkan perjalanan.

Pengendara juga dianjurkan memanfaatkan fitur regenerative braking, jika tersedia, untuk membantu memperpanjang jarak tempuh baterai.

Lebih lanjut, Yannes juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan, terutama saat hujan. Meski sebagian motor listrik telah memiliki standar ketahanan air, pengendara tetap disarankan menghindari genangan tinggi yang berisiko merusak komponen penting seperti controller atau konektor baterai.

"Penting juga kita mewaspadai kondisi basah, meski motor memiliki rating tahan air IP67, dengan menghindari menerabas genangan tinggi yang bisa merendam controller atau konektor baterai sepeda motor kita," ujar dia.

Di luar aspek teknis, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Persiapan kendaraan sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan, disertai perencanaan rute alternatif dan waktu cadangan untuk mengantisipasi kemacetan atau antrean pengisian daya.

"Terlepas dari jenis kendaraan yang kita gunakan, prinsip keselamatan tetap menjadi yang utama. Kondisi fisik pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan, memastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan adalah investasi keselamatan yang tak ternilai," kata Yannes.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.