Sinyal Lembek BI Bikin Rupiah Tersandung, Momentum Menguap

Selasa, 17 Mar 2026, 17:15 WIB

JAKARTA – Rupiah yang sempat menguat akhirnya gagal mempertahankan momentumnya usai pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang dinilai mencerminkan sikap dovish.

Alih-alih memberi sinyal pengetatan yang tegas untuk menopang nilai tukar, pernyataan tersebut justru dipersepsikan membuka ruang pelonggaran atau setidaknya mempertahankan kebijakan yang akomodatif.

Ket. Foto: Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay

Dalam konteks ketidakpastian global dan tekanan eksternal yang masih tinggi, sikap ini memicu keraguan pelaku pasar terhadap daya tahan rupiah, sehingga mendorong aksi ambil untung dan pembalikan arah penguatan dalam jangka pendek.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (17/3), bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi tetap Rp16.997 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong menilai kurs rupiah gagal mempertahankan penguatan pasca pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) masih terkesan dovish.

“Rupiah gagal mempertahankan penguatan terhadap dolar AS setelah Gubernur BI dalam RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI masih terkesan dovish dengan mengatakan bahwa ruang pelonggaran kebijakan tetap terbuka,” ucapnya di Jakarta.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Maret 2026 yang berlangsung dua hari hingga Selasa ini, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 5,50 persen.

Keputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Dalam RDG, Gubernur BI Perry Warjiyo tidak lagi menyinggung peluang untuk penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) seiring meningkatnya risiko global dan tekanan nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.968 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS. Hal ini disebabkan harga minyak mentah yang menurun di tengah harapan Selat Hormuz kembali bisa dilewati

“(Ada) harapan Selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati menyusul pernyataan Trump (Presiden AS Donald Trump) yang akan mengumumkan dalam waktu dekat,” kata dia.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.982 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.990 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.