RSUD Dr Soetomo Siap Beri Layanan Saat Lebaran-Nyepi
Selasa, 17 Mar 2026, 01:40 WIBSURABAYA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan selama libur panjang pada periode Lebaran dan Nyepi 2026, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) hingga ketersediaan stok obat.
âKami sudah bersiap untuk SDM yang menjaga selama Lebaran itu sekitar tujuh ribu,â kata Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa dalam konferensi pers di Surabaya, Senin.
Cita menyebutkan SDM yang disiapkan di antaranya meliputi dokter spesialis on site, dokter spesialis on call, dokter PPDS on site, Â dokter umum, perawat IGD, perawat ICU, perawat NICU, perawat kamar bedah, perawat anastesi, radiografer, farmasi, calltaker, transporter, petugas registrasi, hingga petugas kasir.
Selain itu, Cita menuturkan pihaknya turut memastikan ketersediaan obat baik untuk pasien yang rutin melakukan pemeriksaan ke RSUD Dr Soetomo maupun pasien yang membutuhkan obat di tengah liburan.
Meski demikian, ia meminta pasien yang rutin menjalani pengobatan untuk bisa mengambil obat sebelum libur panjang, agar kesehatan tetap terpantau. Sedangkan pasien yang membutuhkan obat saat masa liburan akan tetap terlayani oleh bagian farmasi.
Kemudian, lanjut Cita, RSUD Dr Soetomo juga memastikan sistem rujukan terpadu tetap aktif selama masa libur panjang mengingat rumah sakit ini menjadi rujukan utama untuk berbagai kasus penyakit di Jawa Timur dan wilayah Indonesia timur.
âIGD tetap siaga penuh. Untuk kasus darurat kami pastikan pelayanan berjalan 24 jam,â ujar Cita.
Sementara untuk tindakan operasi, Cita mengatakan tetap ada pelayanan dengan mengikuti standar yang berlaku yakni apabila terdapat kondisi tertentu maka jadwal operasi akan disesuaikan sehingga pelayanan pasien selalu optimal.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama libur Lebaran dan Nyepi termasuk mengatur pola makan, mengingat berdasarkan pengalaman libur Lebaran sebelumnya justru penyakit metabolik mendominasi dibandingkan kasus kecelakaan.
âKeluhan yang paling banyak biasanya terkait kelainan darah, gangguan metabolik seperti diabetes dan hipertensi, serta gangguan saluran pencernaan seperti diare dan muntah,â katanya.
Menurutnya, pola makan yang berubah drastis seperti mengonsumsi tinggi gula, santan, dan lemak yang berlebihan akan memicu meningkatnya penyakit metabolik hingga memperburuk kondisi pasien dengan penyakit bawaan.
- Fasilitas RSUD
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Janice Tjen Masuk Angkatan Emas Tenis Dunia 2025
-
HKI Perkuat Diplomasi Ekonomi Lewat Kawasan Industri
-
Festival Cap Go Meh di Singkawang Adalah Budaya Lokal yang Perkaya Identitas Nasional
-
Kawasan Dataran Tinggi Lebih Baik Menjadi Hutan Daripada Ditanami Palawija
-
Pelatih Persis Solo Minta Pemain Terbuka Dikoreksi dan Siap Berubah di BRI Super League
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.