Mudik Lebaran, Akses Lembah Anai Beroperasi 24 Jam

Selasa, 17 Mar 2026, 00:00 WIB

Tingginya mobilitas masyarakat di jalur Padang–Bukittinggi menjadikannya infrastruktur strategis, terutama dalam mendukung kelancaran arus barang, aktivitas ekonomi, serta pergerakan warga pada periode sibuk seperti musim mudik.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Salah satu koridor utama mobilitas masyarakat, yaitu jalur Padang–Bukittinggi, dipastikan siap melayani perjalanan pemudik, termasuk melalui pengoperasian jalur Lembah Anai selama 24 jam pada periode mudik.

Ket. Foto: Kendaraan melintas di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (15/3). Progres pembangnan jalan di kawasan terdampak banjir bandang pada November 2025 tersebut sudah mencapai 44 persen dan mulai dibuka sementara selama 24 jam sejak H-10 hingga H+10 Lebaran 2026 bagi roda dua dan roda empat guna memperlancar arus mudik lebaran. — Sumber: ANTARA /Fitra Yogi

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga konektivitas jalan nasional di Sumbar, termasuk pada sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bencana. “Jalur Padang–Bukittinggi merupakan salah satu jalur utama pergerakan masyarakat di Sumatera Barat. Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” jelas Menteri Dody di Jakarta, Senin (16/3).

Secara umum, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menargetkan seluruh ruas jalan nasional berada dalam kondisi mantap dan bebas lubang (zero pothole) pada H-10 Lebaran. Upaya pemeliharaan rutin, penambalan, serta peningkatan kualitas perkerasan jalan terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Khusus di ruas Padang–Bukittinggi, penanganan difokuskan pada beberapa titik strategis yang sebelumnya terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai. Pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas tersebut difungsionalkan dengan pengoperasian selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.

Saat ini, progres penanganan di kawasan Lembah Anai mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile sekitar 78 persen. Selama periode mudik lebaran, jalur tersebut tetap difungsikan untuk melayani pergerakan lalu lintas masyarakat.

Dukung Kelancaran

Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan difungsikan secara optimal selama periode mudik guna mendukung kelancaran arus lalu lintas pada koridor Padang–Bukittingi. Pada jalur Sitinjau Lauik yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan flyover, BPJN Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis melalui penyesuaian posisi barrier ke arah drainase agar ruang lalu lintas tetap optimal sehingga kapasitas ja;ur tetap dapat menampung pergerakan kendaraan selama periode mudik.

Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, Kementerian PU juga menyiapkan 13 Posko Mudik Lebaran yang tersebar di sepanjang ruas jalan nasional di Sumatera Barat. Posko-posko tersebut akan beroperasi selama masa libur Lebaran dan dilengkapi dengan petugas yang bersiaga selama 24 jam.

Selain itu, sebanyak 40 unit alat berat juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan di jalan nasional, seperti longsor, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya yang dapat menghambat perjalanan pemudik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.