Hindari Macet, Pemudik Manfaatkan Jalur Alternatif Jembatan Cirahong Tasikmalaya

Selasa, 17 Mar 2026, 07:57 WIB

TASIKMALAYA - Sejumlah pemudik sepeda motor memanfaatkan jalur alternatif Jembatan Cirahong di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama saat arus mudik Lebaran.

Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan roda dua melintas secara bergantian di jembatan tersebut karena lebar jalur yang terbatas.

Ket. Foto: Jembatan Cirahong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). — Sumber: ANTARA

Seorang pemudik, Yudhi Sthianasaputra, mengatakan dirinya memilih melintasi jalur tersebut karena dinilai lebih lancar dibandingkan jalur utama.

“Jalurnya enak, tidak macet. Saya berangkat sekitar jam tujuh pagi dan perjalanan kira-kira lima jam,” katanya kepada ANTARA di sekitar Jembatan Cirahong, Senin (16/3).

Pemudik lainnya, Ridwan, yang melakukan perjalanan dari Ciamis menuju Tasikmalaya juga memilih melintas di jalur tersebut karena dianggap lebih cepat.

“Ini jalur alternatif. Lebih mudah dan bisa mengurangi kemacetan,” katanya.

Sementara itu, pemudik bernama Muliyadi mengatakan dirinya cukup sering menggunakan jalur tersebut saat melakukan perjalanan menuju Tasikmalaya.

“Kalau lewat kota biasanya lebih padat. Lewat sini lebih cepat,” katanya.

Mengutip dari media sosial resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jembatan Cirahong merupakan jembatan jalur kereta api Warung Bandrek–Cilacap yang dibangun pada tahun 1893 pada masa kolonial Hindia Belanda.

Jembatan tersebut berada di atas Sungai Citanduy yang memisahkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis di Jawa Barat, sehingga berfungsi sebagai penghubung kedua daerah tersebut.

Jembatan Cirahong memiliki sistem lalu lintas ganda yang menjadi keunikan utamanya, yakni bagian atas digunakan sebagai lintasan kereta api sedangkan bagian bawah dimanfaatkan sebagai jalur kendaraan bermotor.

Secara struktur, jembatan tersebut memiliki rangka baja kisi berbentuk huruf X yang membentuk jajaran genjang dengan penopang beton di kedua ujungnya serta dua pilar di bagian tengah.

Hingga saat ini Jembatan Cirahong masih digunakan sebagai jalur transportasi sekaligus menjadi salah satu peninggalan infrastruktur masa kolonial yang tetap berfungsi di wilayah selatan Jawa Barat.

  • Mudik Lebaran 2026

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.