Harga Minyak Kembali Naik di Asia, Investor Fokus pada Perang Iran

Selasa, 17 Mar 2026, 09:23 WIB

TOKYO - Harga minyak kembali naik di Asia pada hari Selasa (17/3) setelah harga turun sehari sebelumnya, dengan investor tetap fokus pada Selat Hormuz.

Sekitar pukul 00.30 GMT (pukul 07.00 WIB), West Texas Intermediate (WTI) naik 1,95 persen menjadi $95,32 setelah turun 5,3 persen pada hari sebelumnya.

Ket. Foto: Kapal tanker minyak dan kapal kargo pada hari Rabu (11/3) di Selat Hormuz. — Sumber: AP

Brent Crude naik 1,84 persen menjadi $102,05 setelah turun 2,8 persen pada hari Senin.

Pada hari Senin, Jepang mengatakan mulai melepaskan cadangan minyak strategisnya dan kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, mengatakan negara-negara anggota dapat melepaskan lebih banyak minyak dari cadangan strategis "jika diperlukan."

Negara-negara anggota IEA pekan lalu telah sepakat untuk melakukan pelepasan terbesar mereka sepanjang sejarah, yaitu 400 juta barel.

Hal ini sedikit banyak meyakinkan para investor, seperti halnya sebuah kapal tanker minyak Pakistan yang menjadi kapal tanker non-Iran pertama yang melintasi Selat Hormuz dengan sistem transponder otomatisnya diaktifkan, menurut pemantau Marine Traffic.

Namun, serangan terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah terus berlanjut, drone menyerang ladang minyak utama di Uni Emirat Arab dan Irak pada hari Senin.

Sekutu AS telah menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump untuk membantu membuka kembali jalur air utama tersebut bagi kapal tanker minyak dan gas alam.

Di pasar saham, Nikkei Jepang naik 0,57 persen dan Kospi di Korea Selatan naik 2,40 persen.

Hal itu menyusul kenaikan di Wall Street, sementara sebagian besar pasar saham Eropa juga naik pada hari Senin karena perang AS-Israel terhadap Iran memasuki minggu ketiga.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.