Perang Timur Tengah Ganggu Kalender F1, Balapan GP Bahrain dan Arab Saudi Terancam Ditunda

Minggu, 15 Mar 2026, 03:12 WIB

RIYADH, ARAB SAUDI – Dua seri awal musim Formula 1 di Timur Tengah berpotensi tidak berlangsung sesuai jadwal. Balapan di Bahrain dan Saudi Arabia dikabarkan akan dibatalkan atau dijadwalkan ulang menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Seorang sumber yang mengetahui situasi ini mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu (14/3) bahwa kedua balapan hampir pasti tidak dapat digelar sesuai rencana.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan Formula 1. — Sumber: AFP

“F1 di Arab Saudi dan Bahrain tidak akan berlangsung pada waktu yang sudah dijadwalkan,” kata sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan karena isu ini dinilai sensitif.

Menurut sumber yang sama, pihak Formula 1 diperkirakan akan segera mengumumkan keputusan resmi bahwa kedua balapan tersebut dibatalkan atau ditunda ke tanggal lain.

Dalam kalender sementara, seri di Bahrain Grand Prix dijadwalkan berlangsung pada tanggal 10–12 April, sementara Saudi Arabian Grand Prix akan digelar sepekan setelahnya.

Namun situasi keamanan di kawasan Teluk memanas dalam dua pekan terakhir akibat serangan drone dan rudal dari Iran.

Bahrain yang berukuran kecil dan hanya berjarak dekat melintasi Teluk dari Iran dilaporkan menjadi sasaran sejumlah serangan yang menghantam bangunan, kilang minyak, serta pangkalan militer besar milik Amerika Serikat di negara tersebut.

Arab Saudi juga mengalami puluhan serangan, beberapa di antaranya menyasar infrastruktur minyak yang menjadi tulang punggung negara eksportir minyak mentah terbesar di dunia itu.

Di tengah ketidakpastian tersebut, para pembalap turut menyuarakan keprihatinan mereka. Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, yang merebut pole position untuk Chinese Grand Prix di Shanghai, mengatakan keselamatan semua pihak harus menjadi prioritas utama.

“Saya pikir pemikiran kami, termasuk Lewis dan George, tertuju pada orang-orang yang sedang menderita akibat situasi ini,” ujar pembalap berusia 19 tahun tersebut, merujuk pada rekan-rekannya Lewis Hamilton dan George Russell.

“Formula 1 dan FIA akan menangani situasi ini sebaik mungkin untuk menjamin keselamatan semua orang. Mereka mungkin sudah memiliki keputusan, tetapi kita tunggu saja. Saya yakin mereka akan melakukan hal yang tepat,” tambahnya.

Ketegangan kawasan juga berdampak pada ajang balap ketahanan dunia. Seri pembuka World Endurance Championship (WEC) di Qatar yang semula dijadwalkan pada 26–28 Maret resmi ditunda hingga 22–24 Oktober.

Federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.

“Situasi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah memaksa penundaan lomba di Qatar,” demikian pernyataan FIA.

Balapan sejauh 1.812 kilometer itu kini akan menjadi seri kedua terakhir musim ini. Dengan perubahan tersebut, musim WEC akan resmi dimulai lewat balapan Six Hours of Imola di Italia pada 17–19 April.

FIA menegaskan bahwa keselamatan pembalap, staf tim, dan penggemar tetap menjadi prioritas utama, sementara seluruh pihak terkait akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.