Batagor Yunus, Jangan Lupa! Oleh-oleh Khas Bagi Pemudik yang Lewat Bandung
Minggu, 15 Mar 2026, 17:16 WIBBANDUNG - Salah satu kuliner legendaris daerah Kota Bandung, yakni Batagor Yunus yang telah berdiri sejak 1972 bisa menjadi pilihan bagi pemudik yang melintasi Kota Bandung untuk dapat mampir mencicipi.
Anak pemilik Batagor Yunus, Redi Gunawan, mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh almarhum ayahnya, Yunus, yang mulai berjualan batagor di kawasan Jalan Kopo, Bandung.
âAlmarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,â kata Redi kepada wartawan di Bandung, Minggu (15/3).
Batagor Yunus hingga kini masih beroperasi di lokasi yang sama di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung, dan biasanya buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 hingga malam hari.
Menurut Redi, menjelang musim mudik Lebaran, penjualan batagor di tempat tersebut juga mengalami peningkatan, terutama untuk pembelian sebagai oleh-oleh.
âKalau peak season Lebaran seperti ini biasanya ramai yang beli untuk oleh-oleh. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang order sejak pagi,â ujarnya.
Batagor yang dijual di tempat ini juga dapat dibawa bepergian oleh pemudik karena memiliki daya tahan cukup lama.
Redi menjelaskan batagor dengan kemasan biasa dapat bertahan hingga dua hari pada suhu ruang dan hingga tujuh hari jika disimpan di kulkas. Sementara kemasan vakum dapat bertahan sekitar empat hari pada suhu ruang dan hingga tiga minggu jika disimpan dalam freezer.
Ia mengatakan tidak sedikit pelanggan yang membawa batagor tersebut ke luar kota bahkan ke luar negeri.
âAda yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang bawa untuk oleh-oleh umroh,â katanya.
Pengunjung Batagor Yunus juga tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi banyak datang dari luar kota seperti wilayah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta hingga Bali.
Dalam satu hari, Batagor Yunus dapat menjual sekitar 2.000 porsi pada hari biasa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi pada akhir pekan, dan bisa mencapai lebih dari 5.000 porsi saat musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru.
Redi mengatakan salah satu hal yang membedakan Batagor Yunus dengan batagor lainnya adalah penggunaan bahan yang segar serta proses produksi yang dilakukan langsung di tempat.
âUntuk bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji itu benar-benar kami jaga kualitasnya. Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor,â ujarnya.
Saat ini Batagor Yunus masih mempertahankan konsep usaha keluarga dan belum membuka cabang meskipun telah menerima banyak permintaan kerja sama waralaba.
Harga batagor di tempat tersebut dipatok sekitar Rp6.000 per potong, sementara menu mie baso dijual mulai dari Rp20.000. Ant
- Info Mudik 2026
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Malaysia Konfirmasi Satu Warganya Hilang di Sumatera Barat, Diduga Jadi Korban Banjir
-
Bank Syariah Nasional (BSN) Resmi Mulai Beroperasi
-
Gary Iskak Tutup Usia Setelah Kecelakaan di Jakarta Selatan
-
Sisa Makan Program MBG Bisa Jadi Uang, Ini Kata BGN
-
Militer Jepang Masih Menakutkan bagi Tiongkok. Dampak Trauma Penjajahan
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Rob dan Hujan Lebat saat Lebaran 2026 di Jabar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.