- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perkuat Sistem Pertahanan:...
Perkuat Sistem Pertahanan: Polandia Bidik Pinjaman Dana 44 Miliar Euro dari UE
Sabtu, 14 Mar 2026, 19:33 WIBMOSKOW - Pemerintah Polandia berencana mengamankan pinjaman untuk pembelian peralatan militer melalui program pertahanan Uni Eropa SAFE meski mendapat veto dari presiden, kata Menteri Pertahanan Wladyslaw Kosiniak-Kamysz.
Komisi Eropa pada Januari menyetujui alokasi dana sebesar 44 miliar euro untuk Polandia melalui program pengadaan persenjataan SAFE milik Uni Eropa.
Parlemen Polandia kemudian meloloskan undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menjalankan program pinjaman tersebut sebelum diajukan kepada presiden untuk ditandatangani.
Namun pada Kamis, Presiden Polandia Karol Nawrocki memveto rancangan undang-undang tersebut.
âKami akan membahas resolusi Dewan yang menggunakan langkah yang kurang efektif dibandingkan usulan kami kepada presiden, tetapi itu diperlukan agar tidak satu pun zloty terbuang dalam modernisasi cepat angkatan bersenjata Polandia,â kata Kosiniak-Kamysz.
Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mempercepat modernisasi militer di tengah meningkatnya tantangan keamanan di kawasan Eropa.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan penguatan kemampuan pertahanan nasional tetap berjalan meskipun proses politik menghadapi hambatan.
Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan veto presiden itu mengejutkan banyak pihak di Polandia.
âPolandia berada dalam keadaan terkejut. Presiden memveto program ini dengan alasan yang tidak kami ketahui,â kata Tusk dalam rapat Dewan pada Jumat.
Menurut dia, banyak warga Polandia kini mempertanyakan motif di balik keputusan tersebut.
âMasyarakat bertanya apakah ini pengkhianatan, hasil lobi kelompok tertentu, atau sekadar kurangnya akal sehat,â ujarnya.
Tusk juga memperingatkan bahwa keputusan presiden dapat menimbulkan konsekuensi politik yang serius.
Meski demikian, dia menegaskan veto tersebut tidak akan menghentikan rencana pemerintah untuk memperoleh pinjaman dari program SAFE.
âKami memulai rapat Dewan yang akan mengadopsi resolusi sebagai dasar pelaksanaan program ini,â kata Tusk.
Ia mengakui bahwa langkah tersebut kemungkinan akan berjalan lebih lambat dan membutuhkan upaya lebih besar dibandingkan rencana awal.
Namun pemerintah, kata Tusk, tetap bertekad melanjutkan program penguatan pertahanan negara.
Program SAFE sendiri merupakan skema pertahanan Uni Eropa yang menyediakan pinjaman jangka panjang berbunga rendah bagi negara anggota.
Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan militer dan infrastruktur strategis.
Selain itu, program ini juga digunakan untuk pengadaan persenjataan serta pengembangan teknologi siber dan pertahanan.
Uni Eropa meluncurkan skema tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas keamanan kolektif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Berita Terkait:
-
Membanggakan, Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an 30 Juz di Libya
-
Selisih Harga Buat Pedagang Bertahan pada Bawang Putih Impor
-
Rupiah Melemah 1,35% Sepanjang 2026
-
Sambut Ramadan, Pemkot Pariaman Gelar Pesantren Ramadan bagi Pelajar
-
KPK Sebut Tak Perpanjang Pencekalan Fuad Hasan di Kasus Korupsi Kuota Haji karena KUHAP
-
Kementerian UMKM berlakukan program KUR bunga enam persen
-
Thunder Kembali ke Jalur Kemenangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.