Daihatsu Perkuat Layanan Purna Jual di Tengah Tantangan Pasar Otomotif
Jumat, 13 Mar 2026, 00:00 WIBJAKARTA â Ketidakpastian ekonomi global dan domestik mulai menekan kinerja sektor industri, termasuk otomotif, yang sangat sensitif terhadap perubahan daya beli, suku bunga, dan stabilitas pasar. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, konsumen cenderung menahan pembelian barang bernilai besar seperti kendaraan, sehingga berpotensi memperlambat penjualan dan produksi di industri otomotif.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia mencatat, sepanjang 2025, penjualan mobil secara wholesales sebanyak 803.687 unit atau turun 7,2 persen ketimbang tahun sebelumnya sebanyak 865.723 unit. Dua bulan di awal 2026, penjualan otomotif masih terseok-seok di angka kumulatif 145.228 unit.
âKondisi itu terutama dirasakan pada segmen kendaraan yang menyasar konsumen kelas menengah yang mengandalkan skema pembiayaan kredit. Lembaga pembiayaan kini lebih selektif dalam menyalurkan kredit, sehingga memengaruhi penjualan kendaraan baru,â tutur Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk â Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/3).
Tercatat, sepanjang 2025, Daihatsu meraih penjualan 130.677 unit, turun 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 163.032 unit. Namun, Januari dan Februari 2026, terlihat mulai merangkak naik. Secara kumulatif, dalam dua bulan itu, Daihatsu meraih penjualan 25.965 unit, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 21.942 unit.
Tri Mulyono menilai, selain faktor domestik, industri otomotif juga dihadapkan pada risiko eksternal, terutama fluktuasi nilai tukar akibat dinamika geopolitik global. Sebagian komponen kendaraan dalam proses produksi di Indonesia masih bergantung pada impor.
âJika harga komponen meningkat akibat pelemahan nilai tukar, maka produsen berpotensi menaikkan harga kendaraan. Kenaikan harga di tengah melemahnya daya beli masyarakat dinilai dapat menjadi tantangan serius bagi industri otomotif nasional,â ujarnya.
Edukasi Efisiensi
Menurut Tri, strategi pemasaran difokuskan pada edukasi efisiensi bahan bakar yang menjadi keunggulan produk Daihatsu, disertai penguatan layanan purna jual melalui program promosi DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) 2026 yang menawarkan undian umrah, kemudahan kredit bersama lembaga pembiayaan, serta diskon servis dan suku cadang selama Ramadan dan Idul Fitri.
Sementara itu, Deputy After Sales Service & Logistic Division Head AI-DSO, Yanuar Krisna menyatakan perusahaan memperkuat layanan purna jual untuk mengantisipasi lonjakan servis kendaraan jelang dan pasca-Lebaran, dengan menyiapkan 89 bengkel siaga dan 6 posko mudik, serta mendorong konsumen melakukan booking service agar proses servis lebih terjadwal dan waktu tunggu dapat diminimalkan.
Berdasarkan data perusahaan, pada periode mudik Lebaran 2025 tercatat sekitar 4.900 kendaraan masuk bengkel Daihatsu. Tahun ini, jumlahnya meningkat sekitar 12 persen.
Sementara itu, pengamat ekonomi Eko Santoso menilai konsumen saat ini sudah makin cerdas. Mereka tidak lagi tergiur dengan masifnya penawaran beraneka macam produk dan keunggulannya. âRealitanya, yang perlu dilakukan adalah, bagaimana produk yang ditawarkan itu bisa mengubah persepsi konsumen yang dituju. Kalau bisa mengubah persepsinya, 90 persen akan berhasil,â tuturnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Muchamad Ismail
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.