Trump Persilakan Iran Main di Piala Dunia 2026 Meski Perang Timur Tengah Memanas
Rabu, 11 Mar 2026, 19:25 WIBJAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan partisipasi tim nasional Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026 tetap dipersilakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan itu muncul setelah keduanya bertemu dan membahas persiapan turnamen yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Juni hingga Juli 2026.
Infantino mengatakan Trump secara langsung menegaskan sikap pemerintah Amerika Serikat terkait keikutsertaan Iran di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," kata Gianni Infantino.
Infantino menjelaskan pertemuan tersebut juga membahas perkembangan situasi politik dan keamanan yang sedang terjadi di Iran. Ia menyebut isu tersebut tidak terlepas dari pembahasan mengenai kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia yang akan berlangsung tahun depan.
"Kami juga membicarakan situasi terkini di Iran," tulis Gianni Infantino dalam unggahannya di Instagram.
Turnamen Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus. Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah sebagian besar pertandingan, termasuk sejumlah laga fase grup.
Seluruh pertandingan fase grup Iran sendiri dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Dua laga akan dimainkan di Los Angeles, sementara satu pertandingan lainnya direncanakan berlangsung di Seattle.
Infantino menilai ajang olahraga global seperti Piala Dunia memiliki peran penting untuk mempertemukan berbagai negara dan masyarakat dunia. Ia menekankan bahwa sepak bola dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarbangsa di tengah situasi global yang penuh ketegangan.
"Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya," kata Gianni Infantino.
Pernyataan tersebut juga menjadi kali pertama Infantino secara terbuka menyinggung konflik yang terjadi di Timur Tengah sejak perang meletus. Konflik tersebut melibatkan Iran serta sejumlah negara di kawasan yang memicu ketegangan geopolitik lebih luas.
Situasi keamanan yang memanas turut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Iran tidak berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Hal itu semakin menguat setelah Iran tidak menghadiri pertemuan puncak perencanaan Piala Dunia yang digelar FIFA di Atlanta, Georgia.
Ketidakhadiran Iran dalam forum tersebut memicu pertanyaan mengenai kesiapan tim nasional negara tersebut untuk tampil di Amerika Serikat. Apalagi sejumlah kebijakan politik dan keamanan juga memengaruhi hubungan antara kedua negara.
Trump sendiri mengatakan tidak khawatir mengenai partisipasi Iran dalam Piala Dunia mendatang. Dalam wawancara dengan media Politico, ia menyebut Iran sebagai negara yang telah mengalami kekalahan besar dalam konflik yang terjadi.
Jika Amerika Serikat menolak menjadi tuan rumah bagi tim Iran, negara tersebut berisiko kehilangan status sebagai tuan rumah Piala Dunia. Hal tersebut merujuk pada aturan FIFA yang mewajibkan tuan rumah menerima seluruh peserta yang telah lolos kualifikasi.
Kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia U-20 FIFA 2023 ketika Indonesia dicabut statusnya sebagai tuan rumah oleh FIFA. Keputusan itu diambil setelah Indonesia menolak kehadiran tim nasional Israel yang telah lolos kualifikasi.
Turnamen tersebut akhirnya dipindahkan penyelenggaraannya ke Argentina hanya beberapa minggu sebelum pertandingan pertama digelar. Peristiwa itu menjadi preseden penting dalam kebijakan FIFA terkait kewajiban negara tuan rumah menerima seluruh peserta.
Di sisi lain, Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj mengungkapkan keraguannya mengenai partisipasi tim nasional Iran dalam turnamen tersebut. Ia mempertanyakan keamanan dan situasi politik yang dapat memengaruhi kehadiran tim Iran di Amerika Serikat.
"Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?" kata Mehdi Taj.
Sementara itu, Kepala Operasional Piala Dunia FIFA Heimo Schirgi menegaskan bahwa turnamen tetap akan berlangsung sesuai jadwal meskipun situasi geopolitik global sedang bergejolak. Ia menyebut skala ajang tersebut terlalu besar untuk ditunda atau dibatalkan.
"Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua orang yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," ujar Heimo Schirgi.
- Donald Trump
- konflik timur tengah
- Gianni Infantino
- FIFA
- FIFA World Cup 2026
- Konflik Iran-Israel
- Konflik AS-Iran
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
La Furia Roja Bermimpi Ulangi Era Emas 2008-2012 di Piala Dunia 2026
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Tomiyasu Siap Balas Kepercayaan Jepang di Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.