Warga Filipina Antre di SPBU jelang Kenaikan Harga BBM

Selasa, 10 Mar 2026, 02:25 WIB

MANILA - Antrean panjang mengular di SPBU Filipina dan para pejabat memperingatkan agar tidak menimbun bahan bakar pada Senin (9/3) karena warga bergegas mengisi tangki mereka menjelang lonjakan harga yang diperkirakan akan terjadi akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

“Harga BBM akan naik antara 17 dan 24 peso per liter pekan ini karena harga minyak melonjak akibat kekhawatiran tentang pasokan dari Timur Tengah,” kata Menteri Energi Sharon Garin kepada komite kongres pada Senin. “Kenaikan BBM yang diperkirakan, yang tidak dirinci berdasarkan produk tertentu, akan disebar selama beberapa hari,” imbuh dia.

Ket. Foto: Pengendara kendaraan bermotor antre di sebuah SPBU di Quezon City, Metro Manila, Filipina, pada Senin (9/3). Mereka mengantre karena pemerintah Filipina berencana untuk menaikkan harga BBM akibat terjadinya perang di kawasan Timur Tengah yang mengganggu pasokan. — Sumber: AFP/Jam STA ROSA

Di sebuah SPBU di Metro Manila, wartawan AFP melihat sepeda motor, taksi, dan mobil pribadi mengantre di bawah terik matahari.

Presiden Ferdinand Marcos Jr pekan lalu menyebutkan kenaikan harga BBM yang meroket sebagai alasan pengumuman peralihan ke sistem kerja empat hari dalam sepekan untuk pegawai pemerintah yang tidak penting, sekaligus memerintahkan lembaga-lembaga untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik sebesar 10-20 persen.

Ia juga meminta Kongres untuk mengizinkannya mengurangi pajak cukai atas produk minyak bumi jika harga minyak mentah menembus angka USD80 per barel, sebuah permintaan yang menurut juru bicara pemerintah akan diformalkan Presiden Marcos Jr pada Senin. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.