Lampung Andalkan 13 Embung untuk Kendalikan Banjir
Selasa, 10 Mar 2026, 18:15 WIBBANDARLAMPUNG â Pembangunan kolam retensi terus dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan rawan.
Infrastruktur ini dirancang untuk menampung sementara limpahan air saat curah hujan tinggi, sehingga aliran air dapat dikendalikan sebelum dialirkan kembali ke saluran utama.
Dengan adanya kolam retensi, diharapkan sistem pengelolaan air di kawasan tersebut menjadi lebih baik dan dampak banjir bisa ditekan.
Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan mengatakan rencana pembangunan 13 embung atau kolam retensi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi bencana banjir di wilayahnya.
"Kami sudah berkoordinasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung untuk dilakukan perbaikan segera dalam waktu dekat, agar saat hujan deras kejadian banjir tidak terulang," ujar Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan di Bandarlampung, Selasa (10/3).
Ia melanjutkan pada tahun ini pun Pemerintah Kota Bandarlampung serta daerah sekitarnya yakni Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan akan berkoordinasi membantu Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung untuk menyelesaikan pembentukan masterplan banjir, serta rencana penanganan banjir jangka panjang ataupun jangka pendek.
"Dalam upaya pengendalian serta memberi solusi penanganan banjir, direncanakan akan ada pembangunan 13 titik embung ataupun kolam retensi di beberapa wilayah. Idealnya 13 embung ini harus dibuat," katanya.
Dia mengatakan dalam merealisasikan pembangunan embung atau kolam retensi, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan pembangunan embung tepatnya di daerah Kemiling Kota Bandarlampung.
"Embung yang baru dibangun di Kemilimg itu menjadi bagian dari pembangunan 13 embung, dan kalau dilihat airnya cukup besar karena itu sebenarnya aliran dari berbagai daerah yang ditahan di embung, lalu air dilepas pelan-pelan ke bawah oleh karena itu di daerah bawah tidak banjir karena aliran air sudah tertampung di embung," ucap dia.
Menurut dia, rekomendasi pembangunan embung lainnya akan dilaksanakan di daerah hulu tepatnya di daerah Kemiling dan sekitarnya. Kemudian pembangunan kolam retensi akan dilakukan di daerah Batu Putu Kota Bandarlampung, kolam retensi itu berfungsi untuk menahan laju aliran air yang di daerah hulu menuju hilir.
Kemudian untuk pembangunan embung atau kolam retensi yang ada di daerah tengah akan dilakukan di daerah Tanjung Senang, Sukarame, dan di daerah Panjang Kota Bandarlampung dan sekitarnya yang terdampak banjir.
"Kalau ada lokasi yang dimanfaatkan untuk pembangunan ini tentu menjadi salah satu solusi mengatasi banjir. Sehingga ini akan melengkapi embung Kemiling yang sudah bangun. Paling tidak fungsinya bisa menahan serta mengurangi derasnya air dari hulu sampai hilir," tambahnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pacitan Gelar Festival Rawat Jagat sebagai Ruang Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Peresmian Embung Lapangan Merah
-
Volume Sampah Tembus 1.800 Ton per Hari, Pemkab Bandung Siap Ambil Langkah Represif
-
Pajak Lebih Praktis, Ribuan Wajib Pajak Bali Lapor SPT Pakai Coretax
-
Pemerintah Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
-
BPJS Ketenagakerjaan Ceger Salurkan Santunan Jaminan Kematian di Terminal Kampung Rambutan
-
Suhu Udara di Sejumlah Wilayah Jateng Panas, BMKG Ungkap Pengaruh Pergerakan Semu Matahari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.