Kasus Campak Naik, Kemenkes Jamin Stok Vaksin MR Nasional Aman dan Kantongi Izin BPOM
Senin, 09 Mar 2026, 20:12 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan imunisasi di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah. Pemerintah menilai ketersediaan vaksin menjadi faktor penting dalam pengendalian wabah selain kegiatan surveilans dan deteksi dini.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Rizka Andalusia mengatakan penyediaan vaksin menjadi bagian utama dalam respons pemerintah terhadap kejadian luar biasa campak. Pemerintah juga telah menyiapkan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah dengan kasus tinggi.
"Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi," ujar Rizka Andalusia dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Jumat (6/3).
Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di tingkat pusat mencapai sekitar 9,5 juta dosis. Sementara itu sekitar 6,6 juta dosis telah didistribusikan ke berbagai daerah melalui dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas.
Distribusi vaksin terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan imunisasi di daerah tetap terpenuhi. Pemerintah juga memprioritaskan pengiriman vaksin ke wilayah yang stoknya mulai menurun.
"Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan," jelas Rizka.
Kementerian Kesehatan juga memantau distribusi vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL). Sistem tersebut memungkinkan pemantauan inventori logistik kesehatan hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai. Tercatat sebanyak 23 provinsi memiliki stok vaksin untuk 2 - 5 bulan, sembilan provinsi untuk 5 - 7 bulan, serta enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.
Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization dan Catch Up Campaign atau imunisasi kejar. Program ini dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi dengan kasus campak yang tinggi.
Rizka menegaskan vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya. Proses penilaian dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Komite Imunisasi Nasional serta telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
"Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan," katanya.
Berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella. Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin dengan tingkat seropositif lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping imunisasi, Rizka menjelaskan reaksi yang muncul umumnya ringan dan bersifat sementara. Gejala yang paling sering terjadi antara lain demam ringan, kemerahan atau nyeri di lokasi suntikan, serta ruam ringan.
"Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan. Reaksi ini biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait vaksin. Menurutnya sejumlah informasi yang beredar di media sosial sering kali tidak didukung fakta ilmiah.
"Informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit," tegas Rizka.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi pemerintah. Masyarakat juga diharapkan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah penyebaran campak dan komplikasi yang dapat ditimbulkannya.
"Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya," pungkasnya.
- penyakit campak
- Kesehatan Masyarakat
- Vaksin MR
- Kementerian Kesehatan
- Imunisasi Anak
- Campak
- Imunisasi Campak
- Vaksinasi Campak
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
90 Warga Diduga Menderita Campak
-
Mewaspadai Penyakit Campak yang Terus Meningkat di Jember
-
Mengajak Masyarakat Kaltim Proaktif untuk Menyukseskan Imunisasi Campak
-
Krisis Energi Menghantui: Australia Jamin Stok Bahan Bakar Aman
-
Banten Perlu Perkuat Vaksinasi Campak
-
Perbankan Indonesia Tahan Guncangan Global, OJK Sebut Permodalan Sangat Solid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.