Kasus BPR Koperindo di Jakarta, LPS Pastikan Hak Simpanan Nasabah Terpenuhi
Senin, 09 Mar 2026, 22:23 WIBJAKARTA â Pembayaran klaim penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas sistem perbankan.
Mekanisme ini memastikan nasabah tetap mendapatkan perlindungan atas simpanannya ketika bank mengalami kegagalan, sehingga dapat menjaga kepercayaan publik terhadap sektor keuangan.
Di sisi lain, proses likuidasi yang transparan dan terukur juga diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban bank secara tertib, meminimalkan dampak sistemik, serta menjaga disiplin dalam tata kelola industri perbankan.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Koperindo yang berlokasi di Petojo Utara, Jakarta Pusat.
Adapun izin BPR Koperindo dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung sejak 9 Maret 2026.
Pgs. Direktur Group Kesekretariatan Lembaga LPS Jimmy Ardianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3), mengimbau, agar nasabah BPR Koperindo tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi bank.
Selain itu, nasabah juga diminta untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu pengurusan pembayaran klaim penjaminan simpanan dengan sejumlah imbalan atau biaya yang dibebankan kepada nasabah.
Untuk melaksanakan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Koperindo, LPS akan memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
LPS juga akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang akan dibayar. Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja, atau sampai dengan 29 Juli 2026.
Pembayaran dana nasabah akan dilakukan secara bertahap selama kurun waktu tersebut. Dana yang digunakan untuk pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Koperindo bersumber dari dana LPS.
Nasabah dapat melihat status simpanannya di kantor BPR Koperindo atau melalui website LPS pada halaman www.lps.go.id setelah LPS mengumumkan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR tersebut.
Bagi debitur bank, tetap dapat melakukan pembayaran cicilan atau pelunasan pinjaman di kantor BPR Koperindo dengan menghubungi Tim Likuidasi LPS.
Penting diketahui oleh nasabah bahwasanya masih banyak BPR/BPRS atau bank umum lainnya yang masih beroperasi, sehingga nasabah pun tidak perlu ragu untuk kembali menyimpan uangnya di perbankan karena simpanan di semua bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS.
âAgar simpanan nasabah dijamin LPS, nasabah dihimbau untuk memenuhi syarat 3T LPS. Adapun syarat 3T tersebut adalah Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan yang diterima nasabah tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, Tidak melakukan tindak pidana yang merugikan bank,â kata Jimmy.
Apabila nasabah membutuhkan informasi lebih lanjut terkait dengan pelaksanaan penjaminan simpanan dan likuidasi BPR Koperindo, nasabah dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS di 021-154.
- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
- BPR Koperindo
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waduh! 80 Persen Penduduk RI Belum Bankable
-
Wilayah Tangerang Diguyur Hujan Es, Warga Diimbau Waspada
-
Djokovic Menang Mudah di Athena, Rasakan Dukungan “Rumah Kedua”
-
Tiongkok Merespons Tudingan telah Mengunci Radar Tembakan ke Jet Tempur Jepang
-
Program Transmigrasi Dinilai Wamentrans Jadi Instrumen Kesejahteraan
-
SEA Games 2025: Indonesia Kukuh di Urutan Kedua Klasemen Medali
-
Pascainsiden Terra Drone: DPRD DKI Desak Gulkarmat Wajib Terlibat dalam Semua Izin Gedung Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.