IHSG Berdarah, Anjlok 3 Persen Lebih Akibat Selat Hormuz Ditutup, Siap-Siap Harga BBM Dunia Meledak?

Senin, 09 Mar 2026, 18:15 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman inflasi energi global.

Menutup sesi sore dengan pelemahan signifikan sebesar 3,27 persen ke level 7.337,37, laju indeks tertekan oleh sentimen penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia jenis WTI dan Brent di atas ambang 100 dollar AS per barel. Kondisi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah, ditambah dengan melemahnya Indeks Keyakinan Konsumen domestik, memaksa 11 sektor saham di bursa domestik kompak berakhir di zona merah.

Ket. Foto: Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3). IHSG ditutup turun 362,71 poin setara 4,57 persen ke level 7.577,06. — Sumber: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

“IHSG melemah di tengah sentimen geopolitik dan potensi inflasi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari konflik di Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya, seiring kekurangan tempat penyimpanan minyaknya karena tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan.

Seiring dengan itu, harga minyak mentah meningkat tajam yaitu minyak WTI naik 11,86 persen ke level 101,68 dolar AS per barel dan minyak Brent naik 12,77 persen ke level 104,53 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.12 WIB, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, para menteri keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama.

Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, diantaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina, serta selama Perang Teluk pertama.

Dari kawasan Asia, inflasi China meningkat 1,3 persen (yoy) pada Februari 2026 dari 0,2 persen (yoy) pada Januari 2026, atau membukukan kenaikan tertinggi sejak Januari 2023 serta di atas ekspektasi yang sebesar 0,8 persen.

Peningkatan ini terutama efek dari adanya perayaan Tahun Baru Imlek di pertengahan Februari 2026. Selanjutnya investor akan menantikan data ekspor impor Tiongkok di Januari-Februari 2026.

Dari dalam negeri, indeks keyakinan konsumen (IKK) turun di level 125,2 pada Februari 2026 dari sebelumnya 127 pada Januari 2025, seiring dengan melemahnya prospek ekonomi, ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja selama enam bulan ke depan.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 5,00 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 4,93 persen dan 4,42 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RANC, SHID, OILS, BSIM dan MKAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BULL, PGAS, GTSI, TRUE dan BKSL.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.474.203 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,80 miliar lembar saham senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 68 saham naik 708 saham menurun, dan 41 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 2.892,10 poin atau 5,20 persen ke 56,728,69, indeks Shanghai melemah 27,58 poin atau 0,67 persen ke 4.096,60, indeks Hang Seng melemah 348,82 poin atau 1,35 persen ke 25.408,46, dan indeks Strait Times melemah 91,64 poin atau 1,89 persen ke 4.756,60.

  • bursa efek indonesia
  • Ihsg hari ini
  • indeks lq45
  • selat hormuz
  • harga minyak mentah
  • inflasi energi

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.