BPOM Pastikan Pangan di Grosir Jaktim Aman Dikonsumsi Jelang Lebaran

Senin, 09 Mar 2026, 13:18 WIB

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan produk pangan yang beredar di salah satu pusat grosir di Jakarta Timur (Jaktim) aman untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri/Lebaran 2026.

"Kegiatan pengawasan ini kami lakukan karena pada periode ini intensitas penjualan dan konsumsi pangan masyarakat meningkat cukup tinggi," kata Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar saat melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3).

Ket. Foto: Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar saat melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3). — Sumber: antara foto

Hal tersebut dipastikan setelah melakukan pengujian terhadap puluhan sampel produk. Taruna menyebut, pengawasan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia setiap hari menggunakan dua metode, yaitu pengawasan acak dan tersembunyi serta pemeriksaan resmi langsung di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, BPOM RI juga melakukan pengujian cepat menggunakan mobil laboratorium keliling terhadap 40 sampel produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti pengawet maupun zat pewarna terlarang.

"Dari hasil pemeriksaan hari ini terhadap berbagai macam produk, secara umum sudah sesuai ketentuan, memenuhi syarat sanitasi, kebersihan (hygiene), standar label, kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa," jelas Taruna.

Hasilnya, seluruh sampel yang diuji dinyatakan aman dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

"Alhamdulillah, dari 40 sampel yang kami uji hasilnya negatif dari bahan berbahaya. Termasuk kerupuk yang sempat kami curigai, hasilnya juga negatif dari zat pewarna Rhodamin B," ujarnya.

Pengawasan ini turut melibatkan berbagai pihak dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto.

Uus menyampaikan apresiasi atas langkah BPOM yang melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kami menyambut baik kegiatan ini. Saat ini merupakan masa yang rawan karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat menjelang Idul Fitri," kata Uus.

Berdasarkan hasil pengecekan terhadap sekitar 79 produk pangan, seluruhnya juga dinyatakan negatif dari kandungan formalin.

Menurutnya, pengawasan semacam ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi produk pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

"Kami berharap kegiatan pengawasan ini terus dilakukan di berbagai tempat sehingga masyarakat Jakarta mendapatkan perlindungan dan kepastian bahwa pangan yang beredar aman dan sehat," ucap Uus.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengidentifikasi dua item pangan di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yakni kue mangkok dan bolu kukus dengan kandungan pewarna tekstil jenis Rhodamin B.

"Jadi dari 65 sampel total yang diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin. Ini kue mangkok dan bolu kukus ya," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di lokasi, Kamis (5/3).

Sofi mengatakan, dagangan pedagang bersangkutan pun langsung dikosongkan usai terbukti mengandung kimia berbahaya melalui uji sampel.

"Jadi ini tadi udah di-"take out" (ambil) dari etalasenya ini untuk dimusnahkan," tutur Sofi.

Lebih lanjut, pihaknya akan menelusuri rantai distribusi item takjil tersebut untuk mendeteksi pemasok utamanya.

"Kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual, pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusinya," ucap Sofi.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.