Bupati Badung Janjikan Hadiah, Siapa Saja yang Bisa Kelola Sampah dengan Benar Bakal Dapat 'Reward' Khusus

Minggu, 08 Mar 2026, 20:36 WIB

BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai babak baru dalam manajemen lingkungan melalui pencanangan gerakan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS) secara serentak di seluruh wilayah desa dan kelurahan, Minggu (8/3).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memutus rantai penumpukan sampah langsung dari titik timbulannya. Dengan pelibatan aktif perangkat daerah hingga tingkat rumah tangga, Pemkab Badung bahkan menjanjikan apresiasi khusus bagi warga yang berhasil mengimplementasikan pemilahan sampah secara mandiri guna mewujudkan tata kelola wilayah yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kecamatan Kuta Utara, Bali, Minggu (8/3). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Badung

“Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber ini merupakan tonggak awal dimulainya tata kelola manajemen pengolahan sampah yang terpola dan terpadu,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Kabupaten Badung, Minggu.

Aksi percepatan Itu dilakukan menjadi langkah strategis Pemkab Badung dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Melalui program tersebut, seluruh unsur pemerintah wilayah, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga desa dan kelurahan dilibatkan secara aktif dalam pendataan, sosialisasi, pengawasan, hingga pelaporan pengelolaan sampah di masyarakat.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan permasalahan sampah tidak bisa dilakukan penanganannya hanya oleh pemerintah dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengimbau agar masyarakat melaksanakan pemilahan sampah. Bagi masyarakat yang mampu melaksanakan pengelolaan sampah dengan benar, saya membuka diri untuk memberikan reward atau hadiah,” kata dia.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Made Rai Warastuthi menambahkan pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan sistem pengelolaan yang dilakukan sejak dari lokasi timbulan sampah.

“Program ini merupakan sistem pengelolaan yang dilakukan mulai dari tempat timbulan sampah melalui kegiatan pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah sebelum diangkut ke fasilitas pengolahan lanjutan,” kata dia.

Melalui aksi itu pihaknya menargetkan terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah dari sumbernya.

“Sasaran kegiatan ini meliputi seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Badung, rumah tangga, unit usaha, komunitas masyarakat, lembaga pendidikan, fasilitas umum dan fasilitas sosial, pasar tradisional, serta berbagai sumber timbulan sampah lainnya,” pungkas Rai Warastuthi.

  • kabupaten badung
  • adi arnawa
  • asper psbs
  • pengelolaan sampah bali
  • dlhk badung

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.