- Home
-
- Megapolitan
-
- Transjakarta Akan Lakukan ...
Transjakarta Akan Lakukan Penyesuaian Jam Operasional saat Lebaran
Rabu, 04 Mar 2026, 17:49 WIBJAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan melakukan penyesuaian jam operasional armada saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yakni dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, penyesuaian ini dilakukan berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya saat melayani hari besar keagamaan.
âBelajar dari pengalaman kita melayani di hari-hari besar, biasanya pada saat hari H Lebaran, itu kita menyesuaikan jam operasional," kata Welfizon di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3).
Hal itu juga untuk memberikan kesempatan kepada semua karyawan, terutama pramudi, untuk bisa melaksanakan Salat Idul Fitri.
Ia menjelaskan, pada pagi hari masyarakat umumnya melaksanakan Salat Idul Fitri di lingkungan masing-masing dan bersilaturahmi dengan keluarga.
Karena itu, aktivitas perjalanan biasanya mulai meningkat menjelang siang.
âJadi mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 WIB atau jam 10.00 WIB. Biasanya silaturahmi mulai jam 10.00 WIB atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya,â katanya.
Adapun saat Ramadan, Welfizon mengatakan, pihaknya bakal membebaskan biaya layanan semua moda angkutan pada saat Ramadan.
"Jadi nanti kita tinggal tunggu pengumumannya, apakah berapa hari, tanggal berapa, nanti kita lihat. Tapi kan beliau (Gubernur DKI Jakarta) sudah sampaikan dan diulang di beberapa 'doorstop' (wawancara cegat pintu), akan digratiskan (biaya layanan Transjakarta)," katanya.
Welfizon menyampaikan bahwa pembebasan biaya layanan transportasi merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari-hari besar keagamaan.
Jadi mulai dari akhir tahun lalu, ada Natal, kemudian Imlek lalu menyambut Ramadan. "Kemarin juga ada Festival Ramadan dan nanti pada saat Lebaran juga ada Nyepi," ujar dia.
Mengenai tanggal berlaku pembebasan biaya layanan tersebut, pihak Transjakarta masih menunggu Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Tanggalnya tentu kita mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu. Apakah nanti tanggal 1 Syawal (20 Maret 2026) atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat," ujar dia.
Adapun mengenai biaya Rp1, Welfizon menyebutnya sebagai formalitas sistem untuk menandakan perpindahan rupiah.
"Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 itu tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya kan enggak beda jauh lah ya, tapi secara teknologinya, karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1," katanya. Ant
- bus transjakarta
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Solidaritas Nordik: Norwegia Tegaskan Greenland Bagian Tak Terpisahkan dari Denmark
-
Harga BBM Naik: Dua Negara Bagian Australia Gratiskan Transportasi Publik
-
UE Capai Kesepakatan Tanaman Rekayasa Genetika Generasi Baru
-
IHSG dalam Perdagangan Selasa Menggeliat: Pasar Taruh Harapan pada Sinyal Pelonggaran The Fed
-
Terjadi Lagi! Transjakarta Kecelakaan di Gunung Sahari, Ini Dugaan Penyebab
-
Pemprov Diminta Transparan dalam Mengelola Aset
-
Seharian Diguncang, BMKG Catat 7 Gempa di Agam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.