Gawat, Perang Iran-AS Pecah, IHSG Langsung Terjun Bebas Sore Ini

Selasa, 03 Mar 2026, 17:19 WIB

JAKARTA - Eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng) yang kian memanas mulai memakan korban di pasar modal domestik. IIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (3/3) sore resmi ditutup di zona merah, melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59. 

Sentimen negatif ini dipicu oleh serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh serta kekhawatiran global atas penutupan Selat Hormuz yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

“Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari sisi geopolitik, perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berkembang cepat memasuki hari keempat. Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, diserang oleh Iran pada Selasa (3/3).

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung lebih lama dari empat pekan, yang diperkirakan oleh Trump sebelumnya.

Perang dikhawatirkan akan meluas karena Israel mengatakan bahwa secara bersamaan menargetkan Iran dan Lebanon, setelah kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran menyerang Tel Aviv dengan rudal dan drone.

Ket. Foto: Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2). — Sumber: ANTARA/Muhammad Adimaja

Selain itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan akan menghadapi dampak paling besar.

Selat tersebut berfungsi sebagai jalur perdagangan minyak global, di mana sekitar 13 juta bpd melewati selat tersebut pada tahun 2025, atau mewakili sekitar 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.

"Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi," ujar Ratna.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang menguat sebesar 0,66 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 0,37 persen dan 0,28 persen.

Sedangkan, delapan sektor menurun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus sebesar 3,78 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 2,15 persen dan 1,03 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MPOW, RMKO, HUMI, BOAT dan GTSI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS, JAYA, JGLE, OILS dan UNVR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.956.399 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,14 miliar lembar saham senilai Rp29,80 triliun. Sebanyak 343 saham naik 347 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 1.778,09 poin atau 3,06 persen ke 56,279,10, indeks Shanghai melemah 59,90 poin atau 1,43 persen ke 4.122,68, indeks Hang Seng melemah 291,76 poin atau 1,12 persen ke 25.768,08, dan indeks Strait Times menguat 20,64 poin atau 0,42 persen ke 4.911,50.

  • konflik timur tengah
  • bursa efek indonesia
  • Ihsg hari ini
  • indeks lq45
  • harga minyak dunia
  • selat hormuz

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.