Abon Tuna dan Ayam Karya UMKM Gorontalo, Hadir untuk Makan Bergizi Gratis

Selasa, 03 Mar 2026, 23:05 WIB

KOTA GORONTALO – Di sebuah sudut dapur produksi di Gorontalo, aroma gurih abon ikan tuna dan ayam mengepul sejak pagi.

Tangan-tangan terampil para pekerja UMKM Bilal Mekar Snack (BMS) bergerak cepat, menakar bumbu, mengaduk daging yang sudah disuwir halus, lalu memastikan teksturnya pas—kering, wangi, dan tahan lama.

Ket. Foto: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memasak abon ikan tuna dan ayam untuk MBG di rumah produksi BMS, Kota Gorontalo, Gorontalo. — Sumber: ANTARA/Adiwinata Solihin

Dari dapur sederhana inilah, produk lokal itu kini menjadi bagian dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagi BMS, keterlibatan dalam penyediaan makanan untuk sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan sekadar peluang usaha, tetapi juga bentuk kontribusi nyata pada generasi muda.

Abon dipilih karena praktis, kaya protein, dan mudah didistribusikan ke berbagai titik layanan. Ikan tuna sebagai komoditas andalan daerah memberi sentuhan khas laut Gorontalo, sementara varian ayam melengkapi pilihan sumber protein.

Kehadiran UMKM lokal dalam rantai pasok MBG menunjukkan bahwa program sosial bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi daerah.

Dari dapur kecil yang penuh semangat itu, BMS tak hanya memproduksi abon—mereka ikut merajut harapan, bahwa pangan bergizi bisa hadir dari tangan-tangan pelaku usaha lokal sendiri.

"Ada abon tuna dan ayam dan ini masuk dalam menu pada Program MBG dari Pak Presiden," ucap pemilik BMS Risna Hasan di Gorontalo, Selasa.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu usaha olahan pangan, BMS telah memiliki pemasok ikan dan juga ayam dengan jumlah banyak, untuk memenuhi permintaan pembeli.

"Untuk sekarang ketersediaan ayam di Gorontalo ternyata banyak dan lebih spesifik lagi. Seperti dada ayam, sayap dan bagian lainnya yang sudah dipotong sehingga memudahkan kami saat produksi," kata Risna.

Menurut dia, untuk bahan abon ikan tuna ketersediaan bahan baku dari nelayan lokal dirasa cukup, sehingga ia tidak khawatir akan kekurangan bahan.

Risna mengaku, pesanan abon untuk MBG saat bulan Ramadhan, naik signifikan, karena menu yang diberikan kepada penerima manfaat diganti menjadi makanan kering.

"Pesanan saat bulan Ramadhan sangat meningkat, sebelumnya hanya 50 kilogram, pada bulan Februari kami produksi sekitar 200 kilogram abon ikan tuna dan 100 kilogram abon ayam," kata dia.

Ia mengatakan, selama UMKM lokal selalu didukung oleh pemerintah, maka akan membantu perputaran dan peningkatan perekonomian. Mulai dari penjualan bahan baku hingga tenaga kerja.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.