Revitalisasi Museum MH Thamrin, Langkah Gubernur Pramono Perkuat Sejarah Betawi

Senin, 02 Mar 2026, 20:20 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Menurut Pramono, penguatan identitas Betawi tidak boleh sekadar simbolik, melainkan harus terwujud dalam kebijakan konkret pemerintahan. Ia memastikan nuansa budaya Betawi terus dihadirkan dalam berbagai agenda resmi Pemprov DKI.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta," ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Bamus Betawi Fauzi Bowo terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di Senen, Jakarta Pusat. Museum tersebut akan dikembangkan menjadi pusat edukasi sejarah Betawi yang lebih representatif dan menarik bagi generasi muda.

"Saya sudah memutuskan untuk Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini," tegasnya.

Selain revitalisasi museum, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah program penguatan tradisi Betawi. Di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berjenjang mulai tingkat RT/RW hingga provinsi serta pelaksanaan Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas.

Penataan pertunjukan ondel-ondel juga menjadi perhatian khusus. Pramono menegaskan kesenian khas Betawi itu tidak lagi dibiarkan tampil di pinggir jalan, melainkan dipanggungkan secara resmi dan representatif agar memiliki nilai budaya yang lebih terhormat.

Ia menilai silaturahmi di Masjid Jami Tangkuban Perahu menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Betawi. Dalam konteks Jakarta sebagai kota global, fondasi moral dan budaya dinilai menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari pembangunan.

"Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh," ucapnya.

Pramono berharap Majelis Kaum Betawi terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas sosial serta membina generasi muda. Ia menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk memperluas ruang kegiatan keagamaan dan kebudayaan demi menciptakan Jakarta yang hangat dan harmonis.

"Sebagai Gubernur, harapan, keinginan, doa saya, semoga Majelis Kaum Betawi ini menjadi satu budaya yang rukun guyub dan berperan yang signifikan bagi kemajuan kaum Betawi. Saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia," pungkasnya.

  • Pemprov DKI Jakarta
  • Gubernur DKI Pramono Anung
  • Budaya Betawi
  • Jakarta Kota Global
  • Revitalisasi Museum Daerah
  • Majelis Kaum Betawi (MKB)
  • Museum M.H Thamrin

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.