Pelayaran Global Tertahan akibat Penutupan Selat Hormuz

Senin, 02 Mar 2026, 01:40 WIB

PARIS — Dua raksasa pelayaran dunia pada Sabtu (28/2), menangguhkan navigasi di kawasan Teluk menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang semakin memperlambat aktivitas maritim di wilayah strategis tersebut.

Dikutip dari AFP, pengumuman itu muncul setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan sejumlah kapal bahwa Selat Hormuz — jalur vital pengiriman minyak dunia — “pada dasarnya tertutup”, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim.

Ket. Foto: Kapal kargo terlihat di Selat Hormuz, di Emirat Utara, belum lama ini. — Sumber: Giuseppe CACACE/AFP

Perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM menyatakan telah memerintahkan seluruh kapal yang berada di Teluk untuk segera mencari perlindungan serta menangguhkan pelayaran melalui Terusan Suez akibat meningkatnya risiko keamanan regional.

“Semua kapal yang saat ini berada di Teluk, atau menuju kawasan tersebut, telah menerima instruksi berlaku segera untuk berlindung,” demikian pernyataan perusahaan pelayaran peti kemas terbesar ketiga di dunia itu.

CMA CGM juga menyebutkan bahwa pelayaran melalui Terusan Suez dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan sejumlah kapal akan dialihkan memutar melalui Tanjung Harapan, yang berpotensi menambah jarak perjalanan hingga ribuan kilometer.

Sementara itu, perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd mengumumkan penghentian seluruh transit melalui Selat Hormuz sampai situasi dinilai aman.

Beberapa perusahaan lain, termasuk raksasa pelayaran Denmark Maersk, juga memperingatkan klien mengenai potensi keterlambatan pengiriman akibat perubahan rute kapal.

Pemerintah AS turut mengeluarkan peringatan kepada kapal komersial agar menjauhi kawasan Teluk karena meningkatnya aktivitas militer.

Selat Hormuz sendiri merupakan titik transit utama perdagangan energi global dan kerap menjadi pusat ketegangan geopolitik. Jalur sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan berada di antara Iran serta wilayah Musandam milik Oman.

Menurun Tajam

Data situs analisis maritim Marine Tracker menunjukkan lalu lintas kapal di jalur tersebut menurun tajam, dengan sejumlah kapal tanker minyak berbalik arah atau menghentikan perjalanan.

Misi angkatan laut Uni Eropa di Laut Merah juga mengonfirmasi kapal-kapal menerima pesan radio dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan jalur tersebut diblokir, meski belum ada pengumuman penutupan resmi.

Asosiasi pelayaran BIMCO memperingatkan kapal komersial yang memiliki keterkaitan dengan Israel atau AS berisiko menjadi sasaran.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz setiap hari pada 2024, setara hampir 20 persen konsumsi minyak cair global.

Di sektor penerbangan, sejumlah maskapai masih menangguhkan rute di beberapa wilayah Timur Tengah. Wartawan AFP di Teheran juga melaporkan terdengarnya ledakan baru di ibu kota Iran, meski sumbernya belum dapat dipastikan.

Sebagai jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar dunia, Selat Hormuz memegang peran strategis dalam pasokan minyak global. Jika gangguan ini berlangsung lama, dampaknya bisa meluas ke harga energi internasional dan memperparah tekanan ekonomi di berbagai negara yang bergantung pada impor minyak mentah.

  • Ketegangan Teluk

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.