- Home
-
- Luar Negeri
-
- Amerika Serikat dan Israel...
Amerika Serikat dan Israel Bombardir Lebih dari 2.000 Lokasi di Iran
Senin, 02 Mar 2026, 19:30 WIBISTANBUL - Israel dan Amerika Serikat (AS) telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan serangan militer gabungan pada Sabtu (28/2) dini hari, lapor The Wall Street Journal dengan mengutip dua sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Menurut laporan itu, serangan dimulai pada Sabtu pagi dan melibatkan operasi udara berskala besar.
Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti di wilayah Iran sejak awal penyerbuan.
Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam, selain sistem pertahanan udara, rudal balistik dan peluncurnya, fasilitas intelijen, serta pusat komando.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target yang komprehensif, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.
Serangan gabungan yang diluncurkan pada Sabtu itu dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran merespons dengan melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk.
Eskalasi ini menyusul serangan serupa Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni tahun lalu, yang memicu perang selama 12 hari sebelum gencatan senjata diumumkan.
Iran sendiri menargetkan sedikitnya enam lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah sejak Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan ke negara tersebut, Sabtu (28/2), menurut analisis The New York Times yang didasarkan pada citra satelit, video terverifikasi, dan pernyataan pejabat militer AS.
Belum dapat dipastikan berapa banyak senjata yang ditembakkan Iran ke pangkalan-pangkalan tersebut atau berapa yang berhasil dicegat. Namun, serangan itu memicu kekhawatiran mengenai kemampuan fasilitas tersebut untuk bertahan dari serangan lanjutan.
Lokasi di Bahrain, Irak, dan Uni Emirat Arab, serta tiga titik di Kuwait, dilaporkan terkena serangan sepanjang akhir pekan.
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan atau hancur, termasuk sistem komunikasi satelit.
Pejabat AS melaporkan tiga personel militer tewas dan lima lainnya luka serius dalam serangan di Camp Arifjan, Kuwait, meski belum ada gambar serangan tersebut yang muncul ke publik.
Tidak ada laporan korban tewas maupun luka di lima lokasi lainnya yang teridentifikasi.
Lokasi yang terdampak mencakup markas besar angkatan laut utama, kamp militer AS, pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika, serta fasilitas rekreasi angkatan laut.
Tingkat kerusakan bervariasi di setiap lokasi.
Pada Sabtu, Iran menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan.
Video terverifikasi menunjukkan pangkalan tersebut menjadi sasaran rudal dan drone, sementara area pelabuhan tampak sebagian besar tanpa kapal perang saat serangan terjadi.
Citra satelit pada Minggu (1/3) menunjukkan dua terminal komunikasi satelit hancur, dan beberapa bangunan besar di markas tersebut mengalami kerusakan berat atau rata dengan tanah.
Di Kuwait, gambar yang diambil Minggu sore memperlihatkan atap runtuh di beberapa titik di Pangkalan Udara Ali Al Salem, menyusul laporan serangan Iran sehari sebelumnya.
Rekaman video dan foto yang dikonfirmasi The New York Times menunjukkan Iran berulang kali menargetkan instalasi militer di Bandara Internasional Erbil, Irak, tempat pasukan AS ditempatkan, sepanjang Sabtu dan Minggu. Asap dan kobaran api terlihat membumbung dari lokasi tersebut.
Pada Minggu pagi, citra satelit menunjukkan empat bangunan di salah satu bagian pangkalan mengalami kerusakan atau hancur, dengan api masih terlihat hingga Senin dini hari.
Sementara itu, citra satelit Pelabuhan Jebel Ali di Dubai pada Minggu memperlihatkan asap mengepul dari sebuah bangunan besar di dalam zona rekreasi Angkatan Laut AS yang berpagar.
Meski bukan pangkalan resmi AS, Jebel Ali termasuk salah satu pelabuhan yang paling sering digunakan angkatan laut tersebut.
Sebuah video yang beredar luas dan direkam di dalam Camp Buehring, Kuwait, Minggu, menunjukkan sebuah drone terbang di atas instalasi sebelum meledak di dalam perimeter pangkalan.
Titik pasti ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan masih belum dapat diverifikasi.
- Iran
- Membombardir
- Amerika Serikat dan Israel
- Bombardir
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kota Tangerang Percontohan Antikorupsi
-
Usung Semangat Sharing is Caring, 100 Karyawan BRI Life Motoran Berbagi Berkah Ramadan
-
Harga BBM Naik akibat Blokade Selat Hormuz, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Migas
-
Polres Tulungagung Layani Titip Kendaraan Gratis Warga yang Mudik Lebaran
-
Kesenjangan Digital, 9 Desa di Luwu Timur Belum Terjangkau Sinyal
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien
-
Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.