Puji Gelaran Jakarta Ramadan Festival, Fahira Idris: Gerakan Ekonomi, Perkuat Kebersamaan

Minggu, 01 Mar 2026, 05:20 WIB

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Jakarta Ramadan Festival 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Festival yang berlangsung hingga 31 Maret 2026 ini dinilai menjadi momentum penting dalam menghadirkan Ramadan yang hangat, inklusif, dan berdampak luas bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

“Hemat saya, Jakarta Ramadan Festival adalah strategi sosial dan ekonomi yang cerdas untuk gerakan ekonomi, memperkuat kebersamaan warga, serta menjadikan Jakarta tetap hidup dan semarak selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Fahira Idris di Jakarta, Sabtu (28/2).

Ket. Foto: Fahira Idris, Jakarta Ramadan Festival menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat sekaligus ruang mempererat silaturahmi di bulan suci. — Sumber: DPD RI

Fahira Idris menilai festival akan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Keterlibatan 101 pusat perbelanjaan dengan target transaksi hingga Rp15 triliun menunjukkan optimisme terhadap perputaran ekonomi Ramadan. Diskon hingga 70 persen, insentif pajak bagi hotel dan pusat belanja, serta promo transportasi umum menjadi stimulus nyata untuk menjaga konsumsi domestik.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM melalui UMKM corner dan kegiatan ekonomi kreatif seperti Jakarta Eid Modest Fashion di Tanah Abang yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif nasional .

“Momentum Ramadan harus menjadi pengungkit ekonomi rakyat. Ketika pusat perbelanjaan, hotel, travel agent, hingga UMKM bergerak bersama, maka multiplier effect-nya akan dirasakan luas oleh warga,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, Fahira Idris menilai Jakarta Ramadan Festival berhasil menghadirkan ruang kebersamaan di ruang publik melalui program seperti Jakarta Light Festival, Harmoni Ramadan, hingga Rebana Ramadan Kolosal di Bundaran HI.

Ia menyebut festival ini memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang religius sekaligus toleran, terlihat dari rangkaian kegiatan lintas budaya dan agama yang tetap dirangkul dalam suasana Ramadan. Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum mempererat solidaritas sosial. Festival ini menghadirkan ruang temu warga, memperkuat harmoni, dan membangun optimisme kolektif.

Senator Jakarta ini, juga memberi sorotan khusus pada tema “Mudik ke Jakarta”. Menurutnya, tema punya pesan kuat bahwa Jakarta mampu menjadi destinasi utama untuk merayakan Ramadan dan Idulfitri. Dengan transportasi umum gratis saat Idulfitri, diskon besar, hingga berbagai paket wisata dan rekreasi, Jakarta menawarkan pengalaman ramadan dan idulfitri yang nyaman tanpa harus keluar kota.

“Tema ini membalik paradigma. Biasanya orang mudik keluar Jakarta, sekarang Jakarta justru menjadi tujuan. Ini memperkuat positioning Jakarta sebagai kota global yang tetap hangat dan ramah bagi warganya,” katanya.

Fahira berharap Jakarta Ramadan Festival dapat terus menjadi agenda tahunan dengan perencanaan yang semakin matang dan partisipasi yang lebih luas, termasuk komunitas lokal, pesantren, organisasi keagamaan, serta pelaku ekonomi kreatif. Ia juga mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut memeriahkan festival ini dengan penuh kebahagiaan.

“Saya yakin Jakarta Ramadan Festival bisa menjadi signature event ibu kota yang dinanti setiap tahun. Sebuah event yang bukan hanya festival, tetapi simbol kebersamaan dan optimisme Jakarta,” pungkas Fahira Idris.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI, Jakarta Pusat (27/2). Festival ini digelar hingga 31 Maret 2026 dengan menghadirkan berbagai acara dan program diskon untuk masyarakat.

  • Fahira Idris Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.