PBB: Dunia Kian Berbahaya Akibat Konflik Bersenjata dan Pengabaian Hukum Internasional

Sabtu, 28 Feb 2026, 08:30 WIB

JENEWA - Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk pada Jumat (27/2) memperingatkan bahwa dunia menjadi semakin berbahaya seiring meningkatnya jumlah konflik bersenjata, pengabaian hukum internasional, serta serangan terhadap warga sipil.

"Ancaman dan penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan menjadi lebih sering dan dinormalisasi," kata Turk kepada Dewan Hak Asasi Manusia, seraya mencatat jumlah konflik bersenjata hampir berlipat ganda sejak 2010 menjadi sekitar 60.

Ket. Foto: Seorang wanita memegang papan bertuliskan pesan saat menghadiri demonstrasi menentang konflik di Sudan di Berlin, Jerman, 15 April 2025. — Sumber: Vatican News/ANSA

"Dunia benar-benar menjadi tempat yang lebih berbahaya," ujarnya.

Turk mengatakan warga sipil menanggung risiko tertinggi, menggambarkan konflik sebagai "gurun hak asasi manusia," dan memperingatkan terhadap kembalinya kekerasan sebagai prinsip dalam urusan internasional.

Ia mengutip krisis besar, mulai dari Sudan dan Ukraina hingga wilayah Palestina yang diduduki Israel dan Myanmar, sebagai contoh "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional," termasuk serangan terhadap infrastruktur, konvoi kemanusiaan, dan penduduk sipil.

"Serangan terhadap warga sipil meningkat hampir sepertiga," katanya, seraya menambahkan bahwa mengabaikan kejahatan berat hanya akan memicu "pertumpahan darah yang lebih besar."

Ia juga memperingatkan bahwa sejumlah pemimpin justru melemahkan lembaga-lembaga yang dirancang untuk menegakkan hukum dan akuntabilitas global.

"Sebaliknya, beberapa dari mereka menyerang lembaga-lembaga yang dirancang untuk menjaga keamanan kita – Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Mahkamah Internasional; Mahkamah Pidana Internasional; Dewan ini dan mekanisme-mekanismenya," kata Turk.

Meskipun prospeknya suram, ia menegaskan bahwa hak asasi manusia tetap menjadi pusat stabilitas global dan kepercayaan publik.

"Singkatnya, orang-orang sangat menginginkan hak asasi manusia mereka," katanya.

Turk mendesak negara-negara untuk kembali berkomitmen pada hukum internasional, akuntabilitas, dan kerja sama.

  • PBB

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.