Bukan Cuma Gedung, Otorita Dorong UMKM Ikut Hidupkan Ekonomi IKN
Sabtu, 28 Feb 2026, 16:10 WIBPENAJAM PASER UTARA â Membangun ekosistem ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu ibarat menyiapkan âisi rumahâ sebelum benar-benar ditempati ramai-ramai.
Bukan cuma gedung perkantoran dan infrastruktur megah yang dibutuhkan, tapi juga aktivitas ekonomi yang bikin kawasan ini hidup setiap hari.
Ekosistem ekonomi berarti ada pelaku usaha, UMKM, pusat layanan, hingga industri pendukung yang saling terhubung.
Jadi, ketika aparatur, investor, dan masyarakat mulai berdatangan, kebutuhan merekaâdari hunian, makanan, transportasi, sampai hiburanâsudah terlayani. Perputaran uang pun terjadi secara alami, bukan sekadar bergantung pada proyek pembangunan.
Kalau ekosistem ini dibangun sejak awal, IKN tak hanya jadi pusat pemerintahan baru, tapi juga motor pertumbuhan ekonomi baru.
Kawasan yang hidup, produktif, dan berkelanjutan tentu akan lebih menarik bagi investor sekaligus memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berupaya memperkuat pelaku usaha lokal agar dapat membangun ekosistem ekonomi di kawasan IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Otorita ingin warga sekitar IKN semakin memiliki peran," ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, Sabtu (28/2), ketika ditanya menyangkut pelibatan masyarakat lokal di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Salah satunya memperkuat pelaku usaha lokal agar naik kelas dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan, lanjut dia, sehingga masyarakat di sekitar IKN semakin berperan sebagai pelaku utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang hidup dan produktif.
"Program dan pelatihan dijalankan, bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan," tambahnya.
Pertemuan intensif dan interaktif, serta pelatihan praktik langsung dan kolaborasi
menjadi penguatan kapasitas sekaligus ruang pembelajaran bagi para pelaku usaha lokal, termasuk aspek pemasaran dan pengembangan produk.
Pelaku usaha lokal dibekali berbagai materi mulai dari penguatan merek produk, menciptakan identitas manajemen pasar, pengelolaan kemasan produk, hingga teknik penjualan yang kekinian sekaligus menarik.
Otorita IKN juga memberikan fasilitasi lanjutan berupa desain kemasan produk, pencetakan kemasan, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sesuai pedoman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.
"Dan juga menghadirkan praktisi usaha sebagai narasumber untuk membagikan pengalaman langsung dalam membangun usaha dari nol hingga berkembang," jelasnya.
Penguatan masyarakat lokal agar menjadi pelaku utama di IKN, antara lain pengembangan ekonomi kreatif melalui Program Kreatif Usaha Marketing Packaging Untung Laris/KUMPUL Lagi di Nusantara.
"Otorita IKN secara berkelanjutan adakan workshop peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha lokal," katanya.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif di IKN, demikian Alimuddin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bali Tidak akan Keluarkan Izin Hotel dan Restoran Baru Pasca Banjir Besar
-
Mensos: Pencairan BLTS Tak Ada Pungutan Biaya Apapun
-
Janice Tjen Selangkah Lagi Menuju Gelar, Bertemu Rakotomanga Rajaonah di Final WTA Sao Paulo
-
SCU dan Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan
-
Inilah Kalender Resmi Formula 1 Musim 2026
-
Menopause pada Pria, Pahami Tantangan dan Perubahan Hormonalnya
-
Menteri PU Sebut Bendungan Bulango Ulu Dukung Ketahanan Pangan Kawasan Indonesia Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.