Lewat Sapawarga, Mudik Gratis di Jabar Makin Praktis dan Terawasi

Jumat, 27 Feb 2026, 23:59 WIB

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) makin serius memanfaatkan digitalisasi lewat aplikasi Sapawarga.

Bukan cuma jadi kanal informasi, platform terintegrasi ini dipakai untuk mendistribusikan 3.040 tiket mudik gratis Lebaran 2026 sekaligus memantau arus lalu lintas melalui jaringan CCTV selama periode mudik.

Ket. Foto: Petugas gabungan Pemprov Jawa Barat dalam pengamanan jalur utama untuk mudik Lebaran 2026. — Sumber: ANTARA/ HO Pemprov Jabar

Secara analitis, langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan layanan publik dari yang serba manual menjadi berbasis data dan real-time.

Distribusi tiket lewat satu aplikasi membantu meminimalkan potensi duplikasi, mempersempit ruang calo, dan membuat proses lebih transparan.

Di sisi lain, integrasi pantauan CCTV memberi pemerintah kemampuan membaca kepadatan lalu lintas secara cepat, sehingga respons kebijakan—seperti rekayasa lalu lintas—bisa lebih sigap.

Dengan model seperti ini, Sapawarga bukan sekadar aplikasi administratif, tapi menjadi semacam “dashboard publik” yang menghubungkan layanan sosial dan manajemen transportasi.

Tantangannya tentu ada pada stabilitas sistem dan literasi digital masyarakat. Namun jika konsisten dikembangkan, pendekatan ini bisa jadi contoh bagaimana teknologi dipakai bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk menghadirkan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Mas Adi Komar menyatakan penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses informasi mudik yang akurat, aman, dan transparan dalam satu genggaman.

"Kami fokus menyampaikan informasi yang lebih akurat khususnya jalur mudik yang aman dan lancar, kemudian juga program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui CCTV," ujar Adi di Bandung, Jumat (27/2).

Masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis, sudah bisa mendaftar sejak dari 11 Februari hingga 12 Maret 2026 dengan mengunggah data diri seperti NIK, nomor KK, dan rute keberangkatan. Adapun aktivasi tiket dijadwalkan pada 1-12 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar menambahkan pihaknya telah menyiapkan 74 unit bus dari berbagai operator ternama seperti PO Sugeng Rahayu, Damri, Sinar Jaya, Primajasa, dan MGI untuk melayani rute dalam maupun luar provinsi.

"Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13, 14, dan 15 Maret 2026 dengan titik keberangkatan dari Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi," kata Dhani.

Ia menjamin seluruh armada telah melewati pemeriksaan teknis (ramp check) dan kru bus dalam kondisi sehat untuk memastikan keselamatan penumpang hingga tujuan.

Selain fasilitas mudik gratis, Pemprov Jabar juga menyiagakan Command Centre sebagai pusat kendali informasi. Fasilitas ini memanfaatkan jaringan CCTV di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata untuk memberikan data real-time mengenai kondisi lalu lintas.

"Command Centre nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah," ujar Adi Komar.

Langkah digitalisasi ini, kata Adi, diambil mengingat prediksi Dishub Jabar bahwa sekitar 70 persen pemudik masih akan menggunakan kendaraan pribadi, terutama melintasi ruas jalan tol di wilayah Jawa Barat.

Oleh karena itu, integrasi antara aplikasi Sapawarga dan pantauan CCTV diharapkan menjadi solusi bagi pemudik untuk menghindari titik macet maupun area rawan longsor yang telah dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.