Cara BI Aceh Kendalikan Inflasi 2026 Melalui Gerakan Belanja Bijak THR

Jumat, 27 Feb 2026, 01:00 WIB

BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh meminta masyarakat di "Tanah Rencong" untuk mengerem ambisi belanja berlebihan meski tengah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dinilai krusial guna meredam laju inflasi Aceh yang sempat menyentuh angka 6,69 persen pada awal tahun 2026.

"Terkait konsep belanja bijak, ini akan terus kami sampaikan kepada masyarakat agar inflasi terkendali," kata Kepala KPw BI Aceh, Agus Chusaini di Banda Aceh, Kamis.

Ket. Foto: Kepala KPw BI Aceh Agus Chusaini saat menjelaskan perihal perkembangan ekonomi Aceh dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM), di Banda Aceh, Kamis (26/2). — Sumber: ANTARA/Rahmat Fajri

Pernyataan itu disampaikan Agus Chusaini dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) terkait Update perekonomian Aceh, program kerja Bank Indonesia Aceh, serta Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026, di Banda Aceh.

Agus menyampaikan Aceh mengalami inflasi hingga 6,69 persen pada Januari 2026 secara tahunan (year on year) dibandingkan Januari 2025, atau meningkat 55 persen dalam hitungan bulanan (month to month).

Ia mengatakan terjadinya inflasi Aceh tersebut akibat bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025, yang mengakibatkan terputusnya jalur distribusi barang serta mengganggu produksi beberapa komoditas strategis, terutama sektor pangan.

"Maka dari itu, pengendalian inflasi tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi harus adanya upaya bersama, salah satunya perilaku konsumsi (belanja) masyarakat yang lebih bijak," ujarnya.

Dalam upaya mengendalikan inflasi, lanjut Agus, BI Aceh tidak bosan-bosan mengkampanyekan dan terus mendorong masyarakat untuk berbelanja bijak, terutama saat Ramadhan hingga Idul Fitri.

Ia menyebutkan ada empat langkah utama gerakan belanja bijak yang harus dilakukan, yakni bijak membeli, atau cukup sesuai kebutuhan dan tidak belanja lebih guna mencegah panic buying yang bisa memicu kenaikan harga.

Kemudian bijak memilih, utamakan pangan lokal serta bumbu olahan yang lebih awet serta memiliki harga relatif stabil. Lalu, bijak konsumsi, hentikan pemborosan pangan.

"Terakhir bijak bertransaksi, yakni mengutamakan pembayaran non tunai melalui QRIS karena lebih aman, praktis dan efisien," katanya.

BI, tambah Agus, menyadari menjelang Idul Fitri ini rata-rata masyarakat mendapatkan THR. Maka dari itu, kerja samanya untuk berbelanja bijak sangat diharapkan agar inflasi tetap terkendali.

"Jangan sampai karena mendapat THR belanja menjadi berlebihan. Harapannya, dengan belanja bijak ini dapat menahan lonjakan permintaan, sehingga inflasi bisa lebih terkendali," tegas Agus.

Di sisi lain, dirinya juga menuturkan bahwa kondisi ekonomi Aceh masih dalam tahapan pemulihan pascabencana, apalagi dampaknya masih cukup terasa terutama pada sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.

Meski demikian, dirinya optimis ekonomi Aceh mulai membaik, karena sejak Januari 2026, sudah terlihat adanya perbaikan setelah turun tajam pada Desember 2026.

"Kini mulai ada tanda-tanda kenaikan. Walaupun belum kembali seperti sebelum bencana, tren positif sudah terlihat," ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat agar masyarakat bisa kembali bekerja seperti sedia kala.

"Jika masyarakat kembali bekerja, Insya Allah pertumbuhan ekonomi semakin baik," demikian Agus Chusaini.

  • bi aceh
  • inflasi aceh 2026
  • thr idul fitri 1447 h
  • belanja bijak
  • perekonomian aceh

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.