Iran Bernegosiasi dengan Tiongkok dalam Akuisisi Rudal Anti-Kapal Supersonik CM-302 untuk Menenggelamkan Armada AL AS

Kamis, 26 Feb 2026, 00:03 WIB

TEHERAN - Iran hampir mencapai kesepakatan dengan Tiongkok untuk membeli rudal anti-kapal supersonik CM-302 guna melawan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dari Militarnyi, negosiasi antara pihak-pihak terkait diduga dimulai setidaknya dua tahun lalu dan meningkat tajam setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025.

Ket. Foto: CM-302 mendekati targetnya pada ketinggian yang sangat rendah. Sistem navigasi satelit digunakan untuk panduan. — Sumber: Istimewa

Menurut sumber, kesepakatan untuk memasok rudal CM-302 buatan Tiongkok hampir selesai, meskipun tanggal pengiriman belum ditetapkan.

Para pejabat senior Iran, termasuk wakil menteri pertahanan, dilaporkan mengunjungi Tiongkok ketika negosiasi memasuki tahap akhir pada musim panas lalu.

Pembelian rudal-rudal ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan serangan Iran dan menimbulkan ancaman bagi kapal-kapal Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat saat ini telah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di dekat pantai Iran dan di wilayah tersebut secara umum menjelang kemungkinan serangan terhadap negara itu.

CM-302 adalah rudal jelajah anti-kapal supersonik buatan Tiongkok, yang merupakan versi ekspor dari rudal YJ-12 yang digunakan oleh Angkatan Laut Tiongkok.

Senjata ini dilengkapi dengan mesin jet udara aliran langsung cair dan empat saluran masuk udara. Pembangkit tenaga ini memberikan kecepatan terbang supersonik di sepanjang seluruh rute, hingga saat menabrak target.

Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 3M atau lebih, dengan kecepatan jelajah 1,5-2M. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 300 km dan berat hulu ledak 250 kg.

Rudal ini memiliki panjang hampir 7 m, dengan diameter badan 0,7 m dan berat peluncuran 2000-2500 kg. Rudal ini dapat diluncurkan dari kapal maupun peluncur berbasis darat.

CM-302 mendekati targetnya pada ketinggian yang sangat rendah. Sistem navigasi satelit digunakan untuk panduan. Pada tahap akhir penerbangan, kepala pelacak radar aktif (GSH) diaktifkan, yang mengunci target permukaan.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.