Dipicu Dinamika The Fed, 26 Februari 2026

Kamis, 26 Feb 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif de­ngan kecenderungan melemah dalam perdagangan, Ka­mis (26/2). Seiring minimnya data penting ekonomi, fokus investor tertuju pada dinamika geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). 

Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat perhatian investor tertuju pada AS dan Iran serta jadwal pidato oleh beberapa pejabat the Fed yang di­perkirakan akan mengulangi sikap hawkish mereka. Ka­renanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Ka­mis (26/2), bergerak fluktuatif di kisaran 16.750 – 16.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan di Jakarta, Rabu (25/2), bergerak menguat 29 poin atau 0,17 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.800 ru­piah per dollar AS. Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Di­mas Hareva menilai stabilitas kebijakan moneter Bank Indo­nesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan relatif stabil masih menjadi faktor penopang fundamental rupiah.

“Namun demikian, kebutuhan korporasi terhadap dol­lar AS serta dinamika arus modal asing di pasar obligasi dan saham tetap menjadi faktor yang mempengaruhi vola­tilitas harian,” katanya di Jakarta.

Melihat sentimen global, ekspektasi kebijakan suku bu­nga Federal Reserve yang masih cenderung ketat, sehing­ga mendorong aliran dana kembali ke aset berdenominasi dollar. Selain itu, pidato Presiden AS Donald Trump men­jadi perhatian pasar karena memuat arah kebijakan perda­gangan dan fiskal Amerika Serikat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.