Playoff Liga Champions: Juventus vs Galatasaray, Misi Nyaris Mustahil Si Nyonya Tua di Turin

Rabu, 25 Feb 2026, 09:30 WIB

TURIN — Klub raksasa yang tengah terluka, Juventus, membutuhkan keajaiban kecil untuk menjaga nafas mereka di Liga Champions. Menjamu Galatasaray dalam leg kedua play-off, Kamis (26/2) dini hari WIB, Bianconeri harus membalikkan defisit telak 2-5 dari pertemuan pertama di Istanbul.

Harapan sempat menyala ketika Teun Koopmeiners mencetak dua gol untuk membalikkan keunggulan awal tuan rumah. Namun, yang terjadi setelah itu justru menjadi salah satu malam terkelam Juventus di Eropa. Mereka runtuh di babak kedua di bawah tekanan intens, diperparah kartu merah pemain pengganti Juan Cabal serta dua gol dari Noa Lang yang memperlebar jurang agregat.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Juventus vs Galatasaray. — Sumber: AFP

Itu baru kali kedua Juventus kebobolan lima gol atau lebih dalam kompetisi UEFA, dan yang pertama sejak dihajar tujuh gol oleh Wiener Sport-Club pada Piala Champions 1958-59. Statistik pun tidak berpihak: dari 49 kasus ketika sebuah tim kalah minimal tiga gol pada leg pertama fase gugur Liga Champions, hanya empat yang mampu lolos.

Situasi makin rumit karena performa domestik Juventus juga tengah goyah. Kekalahan di Derby d’Italia dari Inter Milan disusul hasil buruk kontra Como menggarisbawahi krisis yang membelit klub dua kali juara Eropa itu. Rekor panjang tak terkalahkan di kandang Serie A akhirnya terhenti akhir pekan lalu setelah tumbang 0-2 di Turin.

Dengan 46 poin, terburuk pada tahap ini sejak 2011, tim asuhan Luciano Spalletti kini tertinggal empat angka dari zona Liga Champions. Namun sebelum memikirkan duel krusial kontra AS Roma di liga, Juventus wajib memulihkan harga diri dengan menaklukkan Galatasaray untuk pertama kalinya dalam 22 tahun.

Di sisi lain, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak pekan lalu — yang menjadi margin terbesar mereka di Liga Champions dan bertepatan dengan laga ke-200 di Piala Champions, membuka jalan menuju babak 16 besar, di mana mereka berpotensi menghadapi Liverpool atau Tottenham Hotspur.

Secara historis, klub Turki itu selalu lolos dalam 11 duel dua leg UEFA ketika memenangi leg pertama dengan selisih tiga gol atau lebih. Tim asuhan Okan Buruk juga membidik gelar Super Lig keempat beruntun, meski akhir pekan lalu sempat terpeleset 0-2 dari Konyaspor.

Lini depan Galatasaray tetap menjadi ancaman utama. Kombinasi Victor Osimhen dan Mauro Icardi memberi daya ledak tinggi. Osimhen hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor klub dalam satu musim Liga Champions.

Juventus sendiri berpeluang mendapat suntikan tenaga dengan kembalinya Bremer di lini belakang. Namun mereka masih kehilangan Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik. Jonathan David belum sepenuhnya bugar, sementara Kenan Yildiz diharapkan menjadi motor serangan tuan rumah.

Meski statistik tandang Galatasaray di Liga Champions kurang meyakinkan, kalah dalam 71 persen laga tandang sepanjang sejarah kompetisi, agregat besar membuat mereka berada di atas angin.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.