Unik! Lanal dan Penyelam Gorontalo Rayakan Tumbilotohe di Bawah Laut

Senin, 16 Mar 2026, 15:35 WIB

GORONTALO – Perayaan tradisi Tumbilotohe di Kota Gorontalo digelar dengan konsep yang tidak biasa. Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) bersama Komunitas Penyelam Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Tumbilotohe bawah laut di sekitar dermaga nelayan Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya.

Komandan Lanal Gorontalo Letkol Laut P Hanny Chandra di Gorontalo, Senin (16/3), mengatakan Tumbilotohe atau malam pasang lampu merupakan tradisi masyarakat Gorontalo yang digelar pada empat hari menjelang hari raya Idul Fitri.

Ket. Foto: Suasana pelaksanaan Festival Tumbilotohe bawah laut di Dermaga Nelayan Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu (15/3/2026) malam. — Sumber: ANTARA/Zulkifli Polimengo

"Untuk memeriahkan perayaan tradisi tahunan yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami dari Lanal dan komunitas penyelam mengambil bagian dengan melaksanakannya di bawah laut," kata Hanny.

Beberapa pihak yang dilibatkan yaitu, sebanyak 28 personel yang terdiri dari Lanal Gorontalo, Wawahe'a Gorontalo Community, Edu Dive, Basarnas dan Polairud Polda Gorontalo.

Perayaan malam Tumbilotohe ini dilakukan pada kedalaman delapan meter di bawah laut, dimana Danlanal memimpin langsung penyelaman yang membawa lampu khusus bawah air.

Aktivitas ini kemudian didokumentasikan dan hasilnya akan digabungkan dengan dokumentasi perayaan Tumbilotohe lainnya di darat.

Selain untuk mempertahankan tradisi turun temurun masyarakat Gorontalo, perayaan Tumbilotohe bawah laut juga menjadi salah satu inovasi yang dilakukan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Gorontalo.

"Kami berharap ke depan pelaksanaannya akan lebih meriah dengan peralatan yang lengkap, serta dukungan dari pemerintah," kata dia.

Sementara itu sebagai komunitas penyelam Gorontalo yang tergabung dalam Gorontalo Wawahea Community Darman Syah Lubis mengatakan Tumbilotohe bawah laut sudah tujuh kali dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadhan.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan komunitas penyelam di Gorontalo dalam mengembangkan potensi wisata maritim, sekaligus sarana dalam melestarikan ekosistem laut.

Pada perayaan Tumbilotohe kali ini, panitia penyelenggara menyiapkan sejumlah 60 bola lampu khusus berbagai warna yang dipasang di bawah laut, kemudian segala aktivitas tersebut didokumentasikan untuk disebarluaskan melalui beragam media sosial.

Dalam tujuh tahun terakhir, pelaksanaan Tumbilotohe Underwater Gorontalo berjalan dengan lancar dan mulai dilirik kalangan wisatawan lokal bahkan internasional.

Meskipun terhitung sukses dalam mempromosikan potensi wisata, kegiatan ini juga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, agar pelaksanaannya lebih meriah dan moderen.

"Kami sudah mendapat sinyal dari Wakil Gubernur bahwa tahun depan Gorontalo Tumbilotohe Underwater akan didukung penuh oleh pemerintah Provinsi Gorontalo," imbuhnya.

  • Perayaan Tradisi Tumbilotohe Bawah Laut

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.