Pemkab Batang Buka Pintu Lebar untuk Investor Tiongkok, Siap Panen Modal Asing!
Rabu, 25 Feb 2026, 23:13 WIBBATANG â Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, kemampuan daerah menggaet investasi mancanegara menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Investasi asing tidak hanya menghadirkan tambahan modal, tetapi juga membawa transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta akses ke jaringan pasar internasional yang lebih luas.
Bagi daerah, kehadiran investor global dapat mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan kualitas infrastruktur.
Efek bergandanya pun signifikan: pelaku usaha lokal terdorong naik kelas, standar produksi meningkat, dan daya saing daerah ikut terangkat.
Namun, menarik investasi asing bukan sekadar soal promosi potensi. Daerah perlu memastikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, tata kelola yang transparan, serta stabilitas sosial dan politik. Tanpa fondasi tersebut, minat investor mudah surut.
Karena itu, strategi investasi harus terintegrasiâmenggabungkan keunggulan komparatif daerah dengan reformasi birokrasi dan penguatan ekosistem usaha agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjajaki peluang investasi sekaligus memperkuat kerja sama dengan sejumlah investor asal Tiongkok untuk menanamkan modal di daerahnya.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jateng, Rabu, mengatakan tujuan pemerintah daerah berkunjung ke kawasan industri di Xizhang, Provinsi Hube Tiongkok, adalah membuka peluang investasi bagi investor di wilayah tersebut agar dapat melakukan ekspansi ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang.
"Kemarin kami ke Xizhang, Provinsi Hubei. Kami membuka peluang investasi kepada para investor khususnya di kawasan Xizhang yang memiliki empat kawasan industri dan beberapa industri besar," katanya.
Menurut dia, dalam pertemuan dengan para investor Tiongkok tersebut, pihaknya mengundang para investor untuk membangun pabrik di Kabupaten Batang.
Adapun salah satu perusahaan yang telah berinvestasi di Batang, kata dia, adalah PT Almet yang bergerak di bidang peralatan medis.
"Perusahaan tersebut saat ini telah merekrut sekitar 3.500 tenaga kerja," katanya.
Ia mengatakan saat ini ada sekitar 150 warga lokal yang sedang mengikuti pelatihan di Tiongkok.
Para peserta pelatihan itu, kata dia, diperkirakan kembali ke Indonesia dalam waktu sekitar dua bulan untuk memulai operasional pabrik di daerah.
"Dari hasil pertemuan itu, kami juga diterima oleh wali kota setempat dan beberapa investor lainnya yang menyatakan siap datang ke Kabupaten Batang," katanya.
Selain menawarkan peluang investasi, pemerintah daerah juga mempelajari sejumlah sektor pengembangan yang diterapkan di Xizhang, Tiongkok, mulai dari sistem pendidikan berbasis college, sektor pertanian, hingga industri galangan kapal yang berkembang di wilayah tersebut.
Menurut dia, dari pengalaman dan sistem yang diterapkan di Xizhang ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor industri dan ekonomi di daerah.
"Kami belajar bagaimana sistem college yang dibangun di sana, sistem pertanian, hingga sistem galangan kapal. Ini menjadi bagian yang nanti akan kami bawa untuk kerja sama lebih lanjut dengan Xizhang di Provinsi Hubei," katanya.
- Tiongkok
- Pemkab Batang
- investasi asing
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Luka Kecelakaan KRL-Argo Bromo Hingga Sembuh
-
Jakarta Perkuat Jejaring dengan Kota-kota dunia
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Antonelli Tak Terbendung, Cetak Empat Kemenangan Beruntun dan Ukir Sejarah F1
-
Pacu Modernisasi! Pemkab Batang Lelang Proyek Penerangan Jalan Pintar Rp143,7 Miliar
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.