Banggar DPR Pertanyakan Manfaat Impor Mobil Niaga dari India

Rabu, 25 Feb 2026, 17:55 WIB

JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mempertanyakan keuntungan hingga manfaat ekonomi mengimpor 105.000 unit mobil niaga dari India. Karena, pembelian kendaraan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menggunakan postur APBN dan bersifat multiyears.

"Dengan struktur APBN yang terbatas ruang fiskalnya, harusnya setiap pembelian barang dan jasa diperhitungkan manfaat ekonominya. Beli dari India lebih murah, tetapi apakah sudah dipikirkan aftersale-nya, bagaimana suku cadangnya, ketersedian, dan jangkauan bengkelnya," kata Said dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (25/2).

Ket. Foto: Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah — Sumber: Humas DPR RI

Kalau diperhitungkan secara matang, Said menegaskan, rencana pengadaan mobil niaga tersebut berpotensi harganya lebih mahal. Jadi, jauh dari niatan awal yang ingin melakukan efisiensi.

"Ayolah, BUMN perlu ikut memikirkan hal ini. Rencana mengimpor 105.000 mobil niaga tersebut malah merugikan perekonomian nasional," ucap Said.

Kemudian, Said juga mempertanyakan, apakah PT Agrinas tidak melakukan komunikasi dengan industri dalam negeri, semisal dengan Gaikindo. Terutama, dalam pengadaan 105.000 mobil niaga hampir setara produksi mobil niaga sepanjang 2025.

"Bayangkan jika pengadaan mobil oleh PT Agrinas bisa dilakukan didalam negeri. Langkah ini akan membangkitkan industri otomotif dalam negeri, menyerap tenaga kerja baru, dan efek berantai ekonomi lainnya," ujar Said.

Diberitakan sebelumnya, kontrak niaga Rp24,66 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencakup, pengadaan 105.000 unit kendaraan yakni pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih itu dari dua produsen otomotif asal India.

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors. Yaitu, terdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

PT Agrinas Pangan Nusantara mengaku, tengah mengimpor 105.000 unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional KDKMP. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pengiriman mobil-mobil tersebut dilakukan secara bertahap.

"Sebanyak 200 unit mobil pick-up dari Mahindra tiba di Indonesia, sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini kita usahakan bisa sampai semua, yang Mahindra dan Tata juga," ujar Joao dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (20/2) lalu.

Ia membeberkan, pertimbangan membeli kendaraan dari India. Hal itu, dikarenakan faktor harga dan kemampuan industri dalam negeri untuk melakukan pengadaan dalam jumlah yang besar.

Joao menyebut, harga pick-up 4x4 yang ada di pasaran Indonesia relatif mahal. Menurut dia, harga yang ditawarkan produsen India lebih kompetitif sehingga menghemat penggunaan APBN.

"Dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah, jadi adil menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia," ucap Joao. ils/I-1

  • Ketua Banggar DPR
  • impor pick-up

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.