Festival Bedug Jakarta Utara, Puluhan Tim Partisipasi Jaga dan Lestarikan Kearifan Lokal

Selasa, 24 Feb 2026, 17:46 WIB

JAKARTA - Sebanyak 31 tim perwakilan dari kelurahan se-Jakarta Utara mengikuti Festival Bedug Ramadan 1447 Hijriah di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa.

“Ini bagian dari tradisi masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menyambut Ramadan,” kata Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi di Jakarta, Selasa (24/2).

Ket. Foto: Penampilan salah satu dari tim perwakilan kelurahan di Jakarta Utara mengikuti Ferstival Bedug Ramadhan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (24/2). — Sumber: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Ia mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai upaya merayakan kekayaan tradisi budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

"Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan Ramadan dengan semangat berkarya dan kebersamaan," katanya

Ia berharap, para pemenang nantinya mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Jakarta Utara di tingkat provinsi.

"Ruang ekspresi budaya seperti ini perlu terus berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat," kata dia.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma mengatakan festival tahun ini diikuti oleh 31 tim dengan masing-masing tim terdiri atas tujuh hingga sembilan orang peserta.

Ia menambahkan peserta diperbolehkan menggunakan alat musik tambahan seperti rebana dan alat musik Betawi lainnya guna memperkaya aransemen penampilan.

Dirinya ingin kegiatan ini tidak sekadar menjadi lomba, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam melestarikan tradisi.

“Peserta membawakan syair takbir yang diiringi bedug dan alat musik tambahan dengan tetap memperhatikan kaidah pelafalan serta kreativitas," kata dia.

Sementara untuk penilaian lomba meliputi permainan bedug, teknik vokal, "makhrajul huruf atau fasohah", kreativitas komposisi musik, serta penampilan.

Makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah saat dibunyikan, yang secara umum dibagi menjadi lima lokasi: tenggorokan, lidah, dua bibir, rongga mulut dan rongga hidung, sedangkan Fashohah adalah kefasihan atau kejelasan dalam melafalkan huruf sesuai makhraj dan sifatnya agar tidak mengubah makna. 

“Tim juri berasal dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, akademisi dan pegiat seni,” katanya.

Para pemenang akan memperoleh piala, sertifikat, serta uang pembinaan. Juara I mendapatkan 12,5 juta rupiah, Juara II 10 juta rupiah, dan Juara III 8,5 juta rupiah.

Sementara itu, Juara Harapan I memperoleh 7,5 juta rupiah, Harapan II 6,5 juta rupiah dan Harapan III 5 juta rupiah.

"Juara utama akan melanjutkan lomba ke tingkat provinsi yang rencananya digelar pada 7 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat," kata dia.

Sementara itu peserta dari Kelurahan Lagoa, Hans Adi Putro (23) mengaku optimistis mengikuti lomba tahun ini karena telah menyiapkan konsep penampilan khusus dengan kostum seragam yang berbeda dari peserta lainnya.

"Kami beranggotakan sembilan orang dan telah berlatih sebanyak tujuh kali sejak awal Februari. Target kami dapat kembali meraih juara seperti tahun lalu," kata dia. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.