- Home
-
- Megapolitan
-
- Progres MRT Jakarta Fase 2...
Progres MRT Jakarta Fase 2A Tembus 56,88%, Target Monas Beroperasi 2027
Senin, 23 Feb 2026, 18:22 WIBJAKARTA - Pembangunan Fase 2A lintas utara-selatan yang digarap PT MRT Jakarta (Perseroda) melampaui target awal tahun ini. Hingga 25 Januari 2026, progres konstruksi telah mencapai 56,88 persen atau lebih tinggi dari target 55,76 persen.
Perseroan menargetkan capaian pembangunan meningkat menjadi 65 persen pada akhir 2026. Untuk penyelesaian, segmen 1 Bundaran HIâMonas ditargetkan rampung pada 2027, sementara segmen 2 hingga Kota ditargetkan beroperasi pada 2029.
Pada paket kontrak CP201, progres pekerjaan telah mencapai 91,46 persen dari target 91,07 persen. Sejumlah pekerjaan di Stasiun Thamrin seperti jet grout, pengecoran kolom dan dinding, instalasi homogenous tile, metal ceiling, elevator, hydrant box, perpipaan, ducting, dan cable tray masih berlangsung.
Di Stasiun Monas, pekerjaan reinstatement Jalan Museum, pengecoran flood shutter door, instalasi skylight, hingga Partial Acceptance Test untuk perlengkapan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan terus berjalan. Proses coring diaphragm wall untuk kebutuhan TBM docking di shaft selatan Stasiun Harmoni juga masih dilakukan.
Untuk area konstruksi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, progres pembangunan telah mencapai 62,47 persen. Pekerjaan waterproofing, protection concrete atap stasiun, serta aktivitas mesin bor terowongan TBM 1 yang membangun jalur southbound dari Mangga Besar menuju Sawah Besar masih berlangsung, sementara TBM 2 telah menuntaskan jalur northbound dan bersiap breakthrough di selatan Stasiun Glodok.
Pada paket kontrak CP203 untuk Stasiun Glodok dan Kota, progres pembangunan tercatat 82 persen. Pekerjaan utama meliputi arsitektural dinding stasiun, instalasi pipa dan kabel, serta persiapan breakthrough di sisi utara Stasiun Mangga Besar.
Di luar pekerjaan sipil, paket kontrak CP205 mencatat penyelesaian pengelasan rel section 1 Bundaran HI-Harmoni dengan metode flashbutt welding. Pengecoran concrete trackbed segmen Bundaran HI-Thamrin telah mencapai 25 persen, sementara paket CP206 untuk rolling stock masuk tahap inception design dan CP207 untuk automatic fare collection masih dalam evaluasi teknis.
Fase 2A akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Proyek senilai sekitar Rp25,3 triliun ini didanai melalui kerja sama pinjaman Pemerintah Indonesia dan Jepang, sedangkan Fase 2B yang akan melanjutkan hingga Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan.
Berbeda dari fase pertama, pembangunan Fase 2A dilakukan bersamaan dengan pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan fungsi transportasi publik dengan ruang publik, kegiatan ekonomi, dan bangunan di sekitar stasiun guna meningkatkan aksesibilitas serta daya angkut penumpang di masa mendatang.
- Transportasi Publik
- Transportasi Umum
- Kawasan Monas
- MRT Fase 2
- transportasi Jakarta
- MRT Fase 2A
- MRT Jakarta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Update Tragedi Kereta Bekasi: Pemkot Siapkan Posko Darurat dan Pendampingan Keluarga Korban
-
Real Madrid Siapkan Skema Tukar Tambah, Raul Asencio Bisa Dikorbankan Demi Bek Muda Incaran Perez
-
Menlu: Indonesia Dorong Negosiasi Kode Etik LTS Rampung Tahun Ini
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Pemuda Banjar Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersihkan Sampah di Kawasan Sembalun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.