Pemprov Sulteng Perkuat Pelayanan Publik dan Pembangunan Daerah
Senin, 23 Feb 2026, 16:46 WIBPALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen memperkuat pelayanan publik serta pembangunan daerah meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangan di Palu, Senin, mengatakan tahun pertama kepemimpinannya merupakan fase penting untuk membangun fondasi pemerintahan yang responsif, terbuka, dan berpihak pada rakyat.
âDi saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,â katanya.
Ia mengatakan satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny AÂ Lamadjido menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah sekaligus mempercepat realisasi program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, di tengah keterbatasan fiskal, Pemprov Sulteng mampu mencatatkan sejumlah capaian makro yang menunjukkan ketahanan dan arah pembangunan yang positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah pada 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80.
Selain itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan pada peringkat kedua tertinggi secara nasional, mencerminkan stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan fiskal nasional.
Menurut dia, capaian tersebut ditopang oleh implementasi program unggulan Sembilan Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Pada sektor pendidikan, pemerintah provinsi telah menjalin kerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memastikan mahasiswa penerima program Berani Cerdas mendapatkan pembiayaan pendidikan secara langsung ke kampus tanpa prosedur berbelit.
Di sektor kesehatan, kata Anwar, Program Berani Sehat menjadi bantalan penting ketika secara nasional jutaan kepesertaan JKN dinonaktifkan.
Di Provinsi Sulawesi Tengah lebih, sekitar 111 ribu warga terdampak kebijakan tersebut, namun masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.
âSaya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,â katanya.
Ia juga menyampaikan di bidang infrastruktur, pemerintah provinsi fokus membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu-Sigi yang selama ini menjadi titik rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan masyarakat.
Selain itu, sektor transportasi udara juga diperkuat dengan pembukaan penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026.
Pihaknya juga mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar ke depan mampu menjadi embarkasi haji.
Sementara itu, kata dia, sebagai bagian strategi penggerak ekonomi daerah, Kota Palu dipersiapkan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
"Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta kegiatan nasional dipusatkan di Palu,â katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan yang sedang berjalan untuk Sulteng semakin maju dan sejahtera.
Wakil Gubernur Sulteng Reny AÂ Lamadjido menambahkan tahun 2025 juga menjadi tonggak sejarah layanan kesehatan daerah dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata, yang menandai peningkatan kapasitas layanan rujukan di daerah.
Menurut dia, peningkatan layanan kesehatan harus diiringi penguatan sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah provinsi menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.
âInsyaallah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,â ujar dia.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Serie A Italia: Inter Tersandung di San Siro, Napoli Menang Dramatis Saat McTominay Kembali Bermain
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
Tetap Adaptif, Pemprov DKI Terapkan Skema WFO dan WFA bagi ASN Pascalibur Idulfitri
-
Dua Negara Ajukan Impor Urea, Mentan Sebut Indonesia Produsen Global Strategis
-
Tingkatkan Kualitas Tata Pelayanan Publik
-
Ledakan Terjadi di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Situasi Terkendali
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.