Lindungi Karya Asli, Sony Kembangkan Teknologi untuk Melacak Asal Usul Musik Buatan AI
Senin, 23 Feb 2026, 14:07 WIBTOKYO - Sony Group Corp. telah mengembangkan teknologi untuk mengidentifikasi sumber asli musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dalam upaya melindungi hak-hak pencipta, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penggunaan karya berhak cipta tanpa izin dalam pelatihan AI.
Dengan teknologi baru ini, komposer, penulis lagu, dan penerbit akan bisa menuntut kompensasi dari pengembang AI atas penggunaan karya mereka tanpa izin, menurut Sony Group yang dikutip Kyodo.
Teknologi Sony dapat mengekstrak data dari model AI yang mendasarinya dan membandingkan musik yang dihasilkan dengan sumber aslinya, mengukur kontribusi mereka untuk memfasilitasi pengumpulan pendapatan.
Seorang juru bicara unit hiburan dari grup elektronik Jepang tersebut mengatakan, "Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan sistem di mana para pencipta mendapatkan kompensasi yang layak."
Upaya seluruh grup untuk melindungi konten semakin menonjol, Sony Music Entertainment di Amerika Serikat menggugat sebuah perusahaan atas pelanggaran hak cipta pada tahun 2024 terkait dengan penggunaan AI untuk menghasilkan musik.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
PT Jasamarga Hijaukan Trans Jawa melalui Penanaman 1.000 Pohon
-
Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Masuk Tahap Open Submission
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Tak Lolos SPMB Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Sekolah Swasta Gratis untuk Warga Kurang Mampu.
-
Kalbar Siapkan Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan yang Mendunia
-
Laga Lawan Nigeria Penuntasan Kesiapan Portugal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.