Kawasan Transmigrasi Disisir Ulang, Kementrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot untuk Riset Ekonomi

Senin, 23 Feb 2026, 17:00 WIB

BANDUNG – Program Tim Ekspedisi Patriot dapat dipahami sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis pengabdian di wilayah terpencil dan tertinggal.

Melalui pendekatan kolaboratif—melibatkan tenaga muda profesional dan masyarakat lokal—program ini berupaya menghadirkan solusi konkret di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi desa.

Ket. Foto: Ilustrasi - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) rekomendasikan model kolaborasi kelembagaan ekonomi. — Sumber: ANTARA/ HO-Humas UI

Keberhasilan program semacam ini sangat ditentukan oleh keberlanjutan dampak setelah masa penugasan berakhir.

Transfer pengetahuan, penguatan kapasitas lokal, dan integrasi dengan program pemerintah daerah menjadi faktor kunci agar intervensi tidak bersifat temporer.

Jika dirancang dengan tata kelola dan evaluasi yang terukur, Tim Ekspedisi Patriot berpotensi menjadi model efektif dalam mempersempit kesenjangan pembangunan antarwilayah.


Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengoptimalkan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk melakukan riset potensi lokal sekaligus merumuskan strategi pengembangan ekonomi baru guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan di kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan melalui program tersebut pihaknya telah memberangkatkan 2.000 mahasiswa serta akademisi ke 154 kawasan transmigrasi strategis untuk melakukan penelitian terkait potensi wilayah transmigrasi.

“Nah, kunci dari transformasi ini adalah bagaimana kita melakukan pertumbuhan ekonomi dengan bantuan SDM-SDM (sumber daya manusia) yang unggul,” ujar Iftitah saat meresmikan pameran Tim Ekspedisi Patriot di Institut Teknologi Bandung, Senin (23/2).

Iftitah mengatakan program tersebut dilakukan selama empat bulan dengan difokuskan pada hilirisasi dan industrialisasi kawasan sebagai bagian dari langkah transformasi kementerian melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) di wilayah transmigrasi.

Ia menjelaskan kehadiran SDM unggul di kawasan transmigrasi diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan sekaligus menghadirkan solusi pengembangan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Lebih lanjut, Iftitah menegaskan pemerintah terus memperkuat kawasan transmigrasi sebagai bagian dari pemerataan penduduk dan peningkatan perekonomian, meski persoalan klasik seperti konflik lahan garapan masih sering terjadi.

Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah dalam pembenahan kawasan transmigrasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan pemerintah daerah.

Menurut dia, perbaikan infrastruktur secara bertahap akan meningkatkan daya tarik kawasan transmigrasi, sementara pembangunan permukiman perlu dilakukan secara terencana melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga

“Kita harus segera melakukan revitalisasi, contohnya masalah lahan. Kalau hanya cerita sedih saja, tidak akan ada habisnya,” katanya

  • Kementerian Transmigrasi
  • Ekspedisi Patriot

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.