Pemkot Makassar: Ramadhan Fair Perkuat Ekosistem UMKM
Minggu, 22 Feb 2026, 07:32 WIBMAKASSAR â Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memperkuat ekosistem usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui Ramadhan Fair 2026 dengan mendorong pemberdayaan dan pengembangan pedagang kecil.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Makassar, Sabtu (21/2), menekankan pentingnya peran Dinas Koperasi dalam melakukan pendampingan dan kurasi terhadap para pelaku UMKM, agar produk yang dijajakan memiliki diferensiasi dan daya tarik tersendiri.
"Harus ada perhatian atau asistensi yang baik dari Dinas Koperasi supaya di Kanre-Rong (food court) ini tidak semuanya menjual hal yang sama. Jangan dari ujung ke ujung jualannya minuman kemasan dan rokok semua. Harus ada sesuatu yang khas," ujarnya.
Dalam gelaran Ramadhan Fair 2026 itu, tercatat sebanyak 40 tenant turut ambil bagian dan berhadapan langsung dengan tenant reguler Kanre-Rong.
Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, berharap ke depan seluruh pelaku usaha yang terlibat dapat melalui proses kurasi satu per satu.
Menurutnya, kurasi bukan sekadar seleksi, tetapi juga pembekalan pengetahuan (knowledge) terkait pengembangan usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan identitas produk.
"Kita berharap Kanre-Rong mulai tahun ini dikurasi satu per satu untuk diberikan pengetahuan bagaimana membangun usaha UMKM yang baik, sehingga tidak semuanya jualan yang sama tanpa diferensiasi," harapnya.
Selain diferensiasi produk, Appi juga menekankan pentingnya perencanaan jumlah tenant agar seimbang dengan potensi pengunjung. Ia mengingatkan agar dalam setiap kegiatan serupa, jumlah penjual tidak melebihi daya tampung pasar.
"Di setiap kegiatan seperti ini jangan lebih banyak penjual daripada pembeli. Karena itu tidak akan maksimal. Kita berharap crowd-nya ramai dan berdampak langsung kepada tenant-tenant yang ada," katanya.
Menurutnya, keberhasilan event UMKM bukan hanya dilihat dari jumlah stan yang terisi, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan omzet dan memberikan efek ekonomi nyata bagi pelaku usaha.
Hal lain yang menjadi perhatian khusus Wali Kota adalah aspek higienitas dan sanitasi. Ia meminta Dinas Koperasi menjadikan standar kebersihan sebagai bagian penting dalam proses kurasi UMKM.
"Yang paling penting adalah peningkatan pendapatan, dan juga memberikan pengetahuan tentang higienitas dan sanitasi. Ini wajib. Karena menyangkut kesehatan kita semua," tegas Appi.
Dia menilai peningkatan kualitas produk dan layanan, termasuk kebersihan makanan dan lingkungan berjualan, menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Appi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut acara ini tidak mungkin terlaksana hanya oleh Dinas Koperasi semata, melainkan berkat kolaborasi berbagai pihak.
"Ke depan, Karebosi Ramadhan Fair dapat digelar lebih besar dan lebih meriah dengan perencanaan yang semakin matang," ucapnya.
- Pemkot Makassar
- Ramadhan Fair
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak Penertiban, Solusi Modal Usaha agar Tak Kembali Langgar Aturan
-
Usai OTT KPK, Aktivitas KPP Pratama dan Madya Banjarmasin Tetap Berjalan Normal
-
Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Nasional Terus Tumbuh
-
Kemendagri Gandeng BPS dan BNPP Petakan 15.000 Rumah di Perbatasan Jadi Layak Huni
-
Polda Bali Tegaskan Pulau Dewata Aman, Respons Travel Warning Korea Selatan
-
Korea Selatan Resah Usai Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
-
Gubernur Jambi Perkuat UMKM sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.