Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 04 Feb 2026, 15:15 WIB

JAKARTA - Juru bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan investasi industri manufaktur nasional tetap tumbuh dan berkelanjutan. Febri menilai hal itu tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru serta indikator investasi riil lainnya.

Pemerintah mencatat, sebanyak 1.236 perusahaan industri telah menyelesaikan tahap pembangunan fisik sepanjang tahun lalu. Ribuan pabrik baru tersebut dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial untuk pertama kalinya pada tahun 2026 ini.

Ket. Foto: Juru bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

“Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator sentimen. Fakta bahwa lebih dari 1.000 perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Febri di Jakarta, Rabu (4/2).

Febri menjelaskan, kehadiran industri baru ini berasal dari relokasi luar negeri maupun ekspansi investasi domestik. Operasional pabrik tersebut diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja baru sebanyak 218 ribu orang secara langsung.

Dengan pertumbuhan investasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai Produk Domestik Bruto pada sektor pengolahan nonmigas nasional. Keberhasilan realisasi proyek membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia masih sangat tinggi.

Berdasarkan data resmi pemerintah menunjukkan kenaikan impor barang modal yang sangat tajam mencapai angka 34,66 persen. Lonjakan impor mesin serta peralatan mekanis mencerminkan aktivitas modernisasi kapasitas produksi pada berbagai sektor industri.

“Peningkatan signifikan impor barang modal, mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat investasi manufaktur justru tumbuh pesat. Terutama sepanjang 2025,” kata Febri.

Kemenperin menilai indikator aktivitas riil memberikan gambaran jauh lebih komprehensif dibandingkan sekadar hasil survei. Febri mengatakan, jumlah perusahaan yang mulai berproduksi menjadi bukti nyata bahwa modal asing dan domestik terus mengalir.

Menurut dia, struktur industri nasional akan semakin kuat seiring dengan masuknya investasi skala besar pada bidang pengolahan. Pemerintah optimis momentum pertumbuhan sektor manufaktur mampu bertahan secara konsisten di atas angka lima persen.

Kebijakan hilirisasi serta pengembangan kawasan industri, lanjutnya, menjadi motor utama dalam mendorong penguatan iklim investasi domestik. Transformasi industri 4.0 juga diterapkan guna meningkatkan efisiensi dan daya saing produk lokal di pasar global.

Kemenperin terus memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha agar proses produksi perdana berjalan lancar tanpa hambatan. Penguatan pasar dalam negeri tetap menjadi prioritas guna menjaga keberlanjutan operasional perusahaan industri yang baru.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan investasi memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, penyerapan ratusan ribu tenaga kerja baru akan membantu menekan angka pengangguran di berbagai daerah pusat industri.

“Dengan berbagai kebijakan tersebut, kami optimistis investasi industri manufaktur akan terus tumbuh. Pertumbuhan ini diharapkan menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Febri. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.