Gelombang Laut Capai 2 Meter, Warga Pesisir Selatan Kalteng Diminta Waspada
Sabtu, 21 Feb 2026, 21:48 WIBPrakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Chandra Mukti Wijaya mengingatkan nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan provinsi ini, agar lebih mewaspadai gelombang laut setinggi 2 meter.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah selama sepekan," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
Pihaknya meminta warga pesisir juga waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang serta menambah tinggi gelombang air laut.
Ia menambahkan terdapat daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.
Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.
Dia menambahkan umumnya suhu udara berkisar 23 hingga 32 derajat Celcius. Kelembaban udara berkisar 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari barat-tmur laut dengan kecepatan berkisar 5â20 km/jam.
Masyarakat dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca dengan mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Kondisi cuaca di wilayah Kalteng di tujuh kabupaten dan satu kota, selama sepekan ke depan juga diperkirakan tidak ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Wilayah itu, Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Chandra menambahkan jika melihat fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung,"Â
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Jakarta Terus Menekan Ketimpangan Ekonomi
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Google Kerja Sama AI dengan Pentagon, Ratusan Karyawan Menentang
-
Upacara Peringatan Hari Pendidikan Dipimpin Anak Pekerja Migran
-
Tak Sekadar Hijau, DEN: Transisi Energi Jadi Kunci Kemandirian Nasional
-
Strategi Hyper-Personalization Bawa Indosat Tumbuh Kuat pada Awal 2026
-
Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 15 Orang, 76 Luka-luka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.