Rupiah Menguat Dipengaruhi Komitmen Kerja Sama AS-Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026, 16:38 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.888 per dollar AS dari sebelumnya Rp16.894 per dollar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan kurs rupiah dipengaruhi komitmen kerja sama antara Indonesia dengan AS.
âPemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, Jumat ini. Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump,â ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (20/2).
Dalam perjanjian itu, tertuang sejumlah komitmen kerja sama antara kedua negara yang melingkupi 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, hingga komitmen pembelian energi dan pesawat.
Penandatanganan dokumen tersebut yang dilakukan di Washington DC, kata dia, menandai babak baru hubungan ekonomi dua negara yang selama ini ditopang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.
Lebih lanjut, perjanjian ini dinilai akan menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan RI-AS, memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global. Lebih jauh,
âPrabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian,â ungkap Ibrahim.
Melihat sentimen global risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Januari menunjukkan nada hati-hati namun cenderung hawkish. Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi.
Selain itu, data ekonomi AS Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk pekan yang berakhir pada 14 Februari, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya. Selanjutnya, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada bulan Januari.
âFokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat, Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI), yang akan dirilis malam nanti,â ucap dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.885 per dollar AS dari sebelumnya Rp16.925 per dollar AS.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Fonseca Melaju ke Perempat Final Monte Carlo, Siap Tantang Zverev
-
Jalan Dibenahi, Wisata Menggeliat: Pemprov Lampung Buka Akses Kiluan–Umbar
-
Sejarah Tercipta, Lebanon-Israel Sepakat Damai, Donald Trump: Ini Ruang Bernapas Baru
-
Makin Anjlok, Rupiah Pagi Ini Rp18.107, Dipengaruhi Eskalasi Baru di Timur Tengah
-
Rupiah Hari Ini Terpukul! Ultimatum Trump ke Iran Bikin Pasar Keuangan Guncang
-
Artemis II Pecahkan Rekor Perjalanan Manusia Terjauh dari Bumi yang Dipegang Apollo 13
-
Rupiah Tak Berkutik di Tengah Gejolak Dunia: Belum Genap Satu Semester, Pelemahan Sudah Signifikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.