Sudan di Ambang Kelaparan Usai Serangan Drone Mematikan

Kamis, 19 Feb 2026, 16:27 WIB

NEW YORK - Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (18/2) memperingatkan tentang serangan drone mematikan oleh kedua pihak yang bertikai dalam perang saudara di Sudan, ketika sebuah konvoi kemanusiaan sampai di dua kota yang dikepung.

"Kami bergabung dengan komisaris tinggi hak asasi manusia kami, Volker Turk, dalam menyatakan kekhawatiran atas laporan bahwa lebih dari 50 warga sipil tewas terbunuh dalam serangan-serangan drone yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkonflik di Sudan selama dua hari di pekan ini," ujar Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB.

"Pembunuhan-pembunuhan terbaru ini kembali menjadi pengingat akan dampak dahsyat yang menghancurkan warga sipil akibat meningkatnya perang drone di Sudan," ujar Dujarric. "Kami menegaskan kembali seruan kami kepada kedua pihak agar menghentikan kekerasan dan berdialog demi tercapainya gencatan senjata."

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (18/2) mengatakan bahwa konvoi 26 truk yang mengangkut pasokan penyelamat jiwa untuk lebih dari 130.000 orang telah mencapai kota Dilling dan Kadugli di Kordofan Selatan, menjadi konvoi bantuan pertama yang tiba setelah lebih dari tiga bulan.

Dipimpin oleh Program Pangan Dunia, Dana Anak-Anak PBB, dan Program Pembangunan PBB, konvoi tersebut mengalami keterlambatan selama beberapa pekan akibat tingginya tingkat kerawanan di sepanjang rute, kata OCHA.

OCHA mengatakan bahwa Dilling dan Kadugli baru-baru ini berada di bawah pengepungan berkepanjangan, dengan rute pasokan komersial dan kemanusiaan terputus, sehingga menyebabkan kian besarnya kebutuhan bantuan kemanusiaan. Analisis terbaru dari komite Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification) menunjukkan kemungkinan terjadinya kelaparan di kedua kota tersebut.

"Kini, sangat penting untuk memanfaatkan terobosan ini dengan akses berkelanjutan bagi orang-orang yang membutuhkan di seluruh Kordofan Selatan dan wilayah Kordofan yang lebih luas," kata OCHA. "Hal ini membutuhkan fasilitasi dari pihak-pihak yang bertikai dalam konflik sesuai kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional."

OCHA menyerukan kepada para donor untuk meningkatkan dukungan, dengan menyampaikan bahwa "rencana respons kemanusiaan tahun ini membutuhkan dana 2,9 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.884) untuk menjangkau lebih dari 20 juta orang -- dua dari setiap lima orang -- di seluruh Sudan." Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.