Penyebab Insiden Kecelakaan Pesawat Pelita Air Service di Krayan Dugaan Sementara Cuaca Buruk
Kamis, 19 Feb 2026, 22:32 WIBTARAKAN - Insiden pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air Service tipe AT-802 yang di jatuh di wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) diduga disebabkan cuaca buruk.
âPesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,â kata Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo di Tarakan, Kamis (19/2).
Pesawat pengangkut BBM yang jatuh diawaki seorang pilot yakni Kapten Hendrik ditemukan meninggal dunia.
Insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 itu lepas landas dari Tarakan pukul 12.10 WITA menggunakan runway 22.
Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Awan rendah (cloud base) terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.
âBeberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22,â kata Andreas.
Sekitar pukul 12.25 WITA, saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Krayan melihat pesawat dalam posisi miring menurun ke arah belakang bukit di ujung pendekatan runway 22.
AirNav unit Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara. Pada pukul 12.27 WITA, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk.
Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.
âTim gabungan bersama masyarakat segera bergerak ke lokasi dan pesawat ditemukan pukul 14.33 WITA,â katanya.
Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah perbukitan. Pilot yang menjadi satu-satunya awak di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi dilakukan secara manual mengingat medan yang cukup berat. Pada pukul 15.20 WITA, jenazah dibawa ke Rumah Sakit setempat.
Dia menambahkan, penerbangan menuju Krayan untuk sementara dihentikan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.
âRencana besok, bersama Basarnas dan pihak maskapai, kami akan menuju lokasi untuk proses lanjutan dan pemulangan jenazah,â katanya. Ant
- pesawat jatuh
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tim SAR Dikerahkan untuk Membantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500
-
Indeks Manufaktur Pada September Turun Menjadi 50,4
-
Rem Truk Blong Diduga Penyebab Laka Beruntun yang Tewaskan Satu Orang di Lumajang
-
Kemenhub : Pembangunan Bandar Udara Bali Utara Wajib Penuhi Persyaratan Peraturan Perundangan
-
Jelang Prosesi Perdamaian, Kericuhan Malah Kembali Terjadi di Yalimo
-
Ekonom Energi UGM Nilai Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tepat, Tekan Beban APBN
-
APBD DKI Jakarta 2026 Disahkan: Ricuh, Sejumlah Fraksi Walk Out Tolak Penghapusan Subsidi Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.