Bank Indonesia: Harga Pangan Jadi Tantangan Utama Pengendalian Inflasi 2026
Rabu, 18 Feb 2026, 00:10 WIBJAKARTA â Bank Indonesia (BI) menyebut harga pangan masih menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian inflasi tahun 2026. Ini tercermin dari inflasi bulan Januari 2026 yang secara tahunan meningkat menjadi 3,55 persen.
Pemicu inflasi bulan Januari, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) adalah kelompok volatile food atau harga pangan bergejolak. Terutama dari komoditas holtikultura karena faktor musiman dan cuaca yang akan berpengaruh pada volatilitas harga.
âPerkembangan ini menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan. Tantangan pengendalian inflasi pangan ke depan juga semakin kompleks karena risiko perubahan iklim, cuaca ekstrim dan gangguan distribusi,â kata Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali, dalam kegiatan GPIPS Wilayah Sumatra, dikutip pada Selasa (17/2).
Karenanya, lanjutnya Ricky, pengendalian inflasi harus lebih terintegrasi, tidak hanya fokus pada stabilitas harga jangka pendek. Pengendalian inflasi juga harus fokus pada penguatan ketahanan pangan.
Untuk itu BI menyempurnakan strategi pengendalian inflasi yang semula melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sekarang menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
âIni merupakan rebranding program, dilatarbelakangi oleh semakin besarnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kita butuh membangun sinergi yang kuat antar kepentingan di pusat dan daerah guna menjaga pasokan dan stabilitas harga,â ujar Ricky.
Dia menilai kerja sama antar daerah dan peran BUMD serta perusahan pangan daerah belum kuat. Pengaturan pola tanam juga belum sinkron, sehingga berpotensii mendorong tekanan inflasi pangan.
Karenanya penyempurnaan yang dilakukan dalam GPIPS difokuskan pada penguatan sisi hulu. Selain memperkuat langkah stabilitas harga dan memperkuat sinergi antar daerah.
Dukungan BI untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga adalah dengan mengembangkan klaster pangan dan meningkatkan produktivitas. Termasuk memperkuat kelompok tani, memperlancara distribusi dan konektivitas antar wilayah. ils/I-1
- Bank Indonesia (BI)
- Inflasi
- Harga Pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Warga Panik karena Harga-harga Naik
-
Harga Pangan Siang Ini, Cabai Rawit Merah Rp80.000/Kg, Telur Ayam Rp30.550/Kg
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Sejumlah Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan di Pasar Senen Jakarta
-
Harga Cabai Sudah Mencapai Rp90.000
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Harga Pangan Hari Ini, Jumat (19/6): Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 per Kg, Telur Ayam Rp29.700 per Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.